Ketua Kadin DKI Minta Gubernur Terpilih Hapus Lelang Konsolidasi

Administrator Administrator
Ketua Kadin DKI Minta Gubernur Terpilih Hapus Lelang Konsolidasi
Ist
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Victor Aritonang

Jakarta(Pelita Batak): Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI  Victor Aritonang meminta gubernur DKI terpilih Anies-Sandi mengevaluasi sistem lelang konsolidasi yang nyata-nyata mematikan kontraktor kecil dan menengah di DKI. 

Menurut Victor, saat ini setidaknya ada 18  kasus proyek pembangunan  Puskesmas yang dilaksanakan dengan mekanisme lelang konsolidasi yang bermasalah. Kasus yang sama juga terjadi di sektor pendidikan, dimana beberapa proyek rehabilitasi sekolah terkendala. 

Untuk menghindari kejadian serupa, Victor mendesak Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang berencana merehabilitasi sekolah di DKI Jakarta segera menghapus sistem lelang konsolidasi. Tahun ini ada sebanyak 102 sekolah yang akan rehab total dan 143 sekolah rehab berat dan sedang. Pengerjaan fisik rehab total baru menjangkau  15 sekolah yang dipastikan selesai Oktober ini. Namun, sekolah dengan rehabilitasi berat hingga kini belum juga kunjung dilaksanakan. Penyebabnya,  hingga Agustus 2017 belum ditunjuk pemenang lelang.

Kasus-kasus tersebut, ujar Victor Aritonang telah menambah panjang catatan permasalahan lelang proyek di DKI Jakarta akibat penerapan lelang konsolidasi.  Kasus lain yang timbul akibat konsolidasi ini adalah sewa fotocopy yang terjadi bulan-bulan awal 2017.  Dampak buruk dari sistem lelang konsolidasi ataupun kontrak payung ini juga sebelumnya telah disuarakan  Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dwi Ratna dari Fraksi Partai Gerindra pernah mengatakan, "Lelang konsolidasi itu program sepihak Ahok, tanpa kajian yang matang".

Lebih lanjut Ratna menjelaskan, lelang konsolidasi memiliki banyak kekurangan. Karena Pemprov DKI hanya memprioritaskan BUMD, BUMN dan perusahaan bermodal besar yang dapat ikut dan memenangkan lelang. Padahal perusahaan tersebut setelah memenangkan lelang, tidak mengerjakan sendiri proyeknya, melainkan di sub kontrakkan (dilimpahkan) kembali kepada perusahaan lain yang rekam jejaknya belum teruji.

"Penerapan lelang konsolidasi dan proyek payung, belum lagi e-katalog dan e-procurement, telah mematikan ribuan pelaku UKM/UMKM di Jakarta, dan ini berdampak luas terhadap perekonomian Jakarta," ujarnya.

 Victor yang juga pelaku usaha kecil dan menengah sangat berharap kepada gubernur DKI terpilih yang akan dilantik pada bulan Oktober 2017 nanti. ia berharap  Anies-Sandi  menghentikan pemberlakuan lelang konsolidasi dan proyek payung agar kualitas pelayanan publik dapat meningkat dan ekonomi kembali bergairah.(R1)

Komentar
Berita Terkini