Kesadaran Akan Paten Harus Dimulai Dari Perguruan Tinggi

Administrator Administrator
Kesadaran Akan Paten Harus Dimulai Dari Perguruan Tinggi
ist|Pelitabatak
WR I UHN Dr. Haposan Siallagan, SH, MH didampingi oleh Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si dan Ir. Rosnawyta Simanjuntak, M.Si memberikan cendramata kepada kedua narasumber Dr. Sabartua Tampubolon, SH, MH dan Endang Taryono

Medan (Pelita Batak):

Semua bangsa di dunia ini saat ini berlomba dalam inovasi dan kreativitas sehingga memacu produktivitas. Berangkat dari era globalisasi yang menghubungkan interaksi antar warga negara dari negara yang berbeda, sudah saatnya bangsa kita memacu  produktivitasnya  dengan mendorong berbagai inovasi dan kreativitas, dan itu harus datang dari insan perguruan tinggi.

Demikian disampaikan WR I Universitas HKBP Nommensen Dr. Haposan Siallagan, SH, MH saat membuka acara seminar mengenai Paten sebagai luaran dalam menunjang kinerja dosen yang diselenggerakan oleh Sentra Kekayaan Intelektual Nommensen dengan Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti RI di Ruang Dr Justin UHN yang menghadirkan pembicara Dr. Sabartua Tampubolon, SH, MH (Direktur HArmonisasi Regulasi dan Standarisasi, Badan Ekonomi Kreatif RI) dan Endang Taryono (Kasubdit Valuasi dan FAsilitasi Kekayaan Intelektual Kemristekdikti RI), (Selasa, 19/09/2017). Acara ini dimoderatori oleh Ir. Rosnawyta Simajuntak, M.Si Sekaligus Manajer Sentra KI Nommensen.

Dr. Haposan Siallagan dalam sambutannya sangat menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas saat ini untuk mendorong produktitvitas nasional kita dalam rangka memeprsiapkanb diri menghadapi era globalisasi seperti MEA saat ini.

Untuk itu, kesadaran akan PATEN ini hendaknya datang dari insan perguruan tinggi karena para akademisi  bisa bebas dalam berinovasi dan pemerintah punya anggaran untuk itu. "Kita harapkan seminar ini mendorong kesadaran kita semua dosen, dan masyarakat umum akan pentingnya kesadaran akan PATEN," tegas WR I UHN.

Sementara Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si dalam arahannya sebagai Ketua Panitia mengatakan, program ini adalah kerjasama antara Sentra Kekayaan Intelektual Nommensen dengan Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemristekdikti RI, dimana hanya UHN dari PTS dan PTN yang mendapat hibah PATEN di Sumatera Utara.

"Kita pun saat ini sedang giat-giatnya mendorong kesadaran akan PATEN di lingkungan UHN dan semoga peserta seminar nantinya punya pandangan yang sama," tegas Prof. Dr. Monang lagi.

Sementara Dr. Sabartua Tampubolon, SH, MH dalam paparannya mengatakan saat ini pemerintah dan pemerintah daerah dapat memberikan hak pengelolaa kekayaan negara kepada perguruan tinggi untuk kepentingan pendidikan tinggi mengalokasikan dana bantuan operasional dana bantuan PTN dari anggaran fungsi pendidikan.

"Kemudian pemerintah mengalokasikan paling sedikit 30% dari dana dimaksud untuk dana penelitian PTN dan PTS untuk memacu inovasi dosen,: papar Dr. Sabartua.

Dr. Sabartua juga mengatakan dibandingkan dengan negara lainnya, Indonesia memiliki produktivitas terendah dalam menghasilkan PATEN, yaitu tidak sampai 10.000 setiap tahunnya. Sangat berbeda bila dibandingkan India dan Singapura yang masuk 20 negara penghasil PATEN paling banyak di dunia. Hal ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas PATEN perguruan tinggi, rendahnya kesadaran inventor untuk mendaftarkan PATEN, dan lemahnya pengelolaan intermediasi.

Untuk itu, saatnya dilakukan upaya untuk mendorong kesadaran PATEN di perguruan tinggi dengan cara meningkatkan berbagai program dan sistem insentif riset dan fasilitasi kekayaan intelektual (KI), mendorong pengembangan jaringan dalam pengelolaan kekayaan intelektual, menerbitkan dan mengimplementasikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang imbalan kepada Inventor, mendorong kemandirian PT, serta melaksanakan UU PATEN.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Endang Taryono. Seminar ini dihadiri oleh para dosen dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Sumatera Utara.(tim)

Komentar
Berita Terkini