Irigasi Bermasalah di Taput, Kepala Desa Lubis Jhonson Lubis Mengaku Tak Punya Uang Lagi Memperbaiki

Administrator Administrator
Irigasi Bermasalah di Taput, Kepala Desa Lubis Jhonson Lubis Mengaku Tak Punya Uang Lagi Memperbaiki
Freddy Hutasoit
Irigasi yang dikerjakan pada TA 2016 pada sudah retak.

Taput(Pelita Batak): Pembangunan irigasi di Desa Lubis Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara diduga bermasalah. Selain itu, pengerasan jalan juga sudah rusak,dan diduga terjadi pengurangan volumenya.

Demikian dikatakan sejumlah warga desa Lubis kepada Pelita Batak baru-baru ini di Desa Lubis. "Belum berapa bulan sudah retak-retak dan bahkan mau ambruk irigasi tersebut, juga pengerasan jalan memakan volume serta tidak pernah dilalui kenderaan roda empat,namun pengerasannya sudah rusak," ungkap mereka.

Warga sangat mengharapkan penegak hukum mengungkap kasus ini. Sebab pengerjaan kegiatan asal jadi, dan bahkan dikerjakan akhir Tahun 2016, bulan April sudah ambruk.

Anggota TPK (Tim Pengelola Kegiatan) desa Lubis Panel Lubis, saat dikonfirmasi Pelita Batak,Sabtu 28 Oktober 2017 mengatakan," Benar saya salah satu anggota TPK, namun semua kegiatan tersebut diambilalih suami ketua TPK, bahkan penyusunan RAB kegiatan tidak saya ketahui. Honor saya tidak dibayarkan selama dua bulan".

Panel Lubis menyebutkan kegiatan fisik pengerasan, ada sekitar 40 meter volume dikorupsikan. Ada 40 meter sudah pengerasan sebelumnya, dan ini adalah merupakan kerja sama Kepala Desa dengan suami Ketua TPK.

"Saya siap sebagai saksi apabila dipanggil penyidik Tipikor Polres Tapanuli Utara, dimana pada pelaksanaan kegiatan DD sebesar Rp 480 juta dan ADD Rp 60 juta merupakan persekongkolan antara Kepala Desa dan Ketua TPK serta pihak ketiga untuk menguasai pengerjaannya," katanya.

Kepala desa Lubis Jhonson Lubis, saat dikonfirmasi mengatakan,"Tidak benar itu, ini disebabkan karena barisan sakit hati, dimana Ketua TPK saya angkat perempuan. Sementara anggota laki-laki, dan inilah dampaknya, TPK membuka ini semua".

Jhonson Lubis mengaku mengetahui siapa yang menyuruh membongkar permasalahan ini. "Namun saya tidak sanggup lagi untuk memperbaiki kegiatan tersebut, sebab saya tidak memiliki uang lagi, dan sebagian kegiatan tersebut sengaja dirusak masyarakat," jelasnya.(FH)

Komentar
Berita Terkini