Ini Kelengkapan yang Akan Dimiliki Bandara Silangit

Administrator Administrator
Ini Kelengkapan yang Akan Dimiliki Bandara Silangit
ist|Pelitabatak
Menhub dan Dirut BOPKDT berlayar mengitari Pulau Sibandang

Muara (Pelita Batak):

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan sesuai dengan jadwal, per 28 Oktober 2017 standar yang harus dipenuhi sebuah bandara internasional akan dimiliki Bandara Silangit. Diantaranya ada imigrasi, bea cukai, karantina. 

"Ada dua untuk karantina hewan dan tumbuhan, itu sudah ada. Sebagai suatu kelengkapan bandara internasional sudah ada, malah saya lihat tadi saudara-saudara kita di tanah batak sangat kreatif, tumbuh cafe-cafe yang bagus dan inovatif. Ini menunjukkan ada suatu kegairahan masyarakat tanah batak yang menyambut dibukanya silangit dan toba," ujar Budi di atas kapal perairan Danau Toba sembari mengitari Pulau Sibandang Taput, Sabtu (14/10/2017).

Menurut Budi, satu hal yang menggembirakan dan surprise, sebenarnya toba luar biasa, tinggal keinginan kita untuk membuat program ini maju. Ini sudah dibuat otorita dari Kemenpar mendukungnya. Ini bisa menjdi suatu sinergi yang baik.

"Rekan-rekan coba mendengar ekspresi dari ibuibu penumpang di Bandara Silangit mereka begitu gembira. Ini membuat kita yang kerja juga enak,  dan makin semangat. Mereka antusias sekali. Waktu tempuh menjadi lebih singkat dari Toba ke Jakarta, dari 7 jam harus via KNO menjadi 2 jam saja terbang langsung," katanya.

Berulang Budi memuji keindahan Danau toba yang merupakan satu danau yang indah. "Olehkarenanya satu keniscayaan kita harus membangun fasilitasnya," katanya.

Dalam dua tahun ini Kemenhub akan membangun 5 dermaga, 2 dermaga di pulau Samosir, dan 3 dermaga di pinggiran. Ini membuat suasana fasilitas bagus.

"Kita juga akan membangun kapal baru. Tahun ini kita membangun satu kapal dengan kapasitas kira-kira untuk 200-300 orang dan bisa untuk kapal roro. Kita akan bangun 2, selain itu ASDP akan membangun 1. Jadi nanti akan ada 5 kapal roro yg akan disekitar danau toba sehingga konektivitas antar pelabuhan semakin bagus. Sekarang ini kan masing2 dr satu tempat ke tempat lain 1 jam, dengan kapal bs 15-30 menit," jelas Budi.

Sementara itu, Dirut BOPDT Arie Prasetyo mengatakan pihaknya akan bersama dengan Kemenhub berkoordinasi maksimal agar semua program dapat tercapai. Semua energi dan semangat yang kita salurkan tanpa ada kerja sama yang kuat tidak akan berhasil. 

"Kita butuh menginisiasi daerah untuk menyamakan persepsi dan cerita budaya yang merupakan kearifan lokal yg dapat dijadikan daya tarik wisata," kata Arie Prasetyo.

Menpar Arief Yahya mengatakan menggalakkan /memberdayakan masyarakat lokal untuk mendukung transportasi menjadi keharusan. Kapal yang di miliki dapat digunakan untuk medukung pariwisata melalui program kolaborasi anatara Kemenhub dan BOPDT sehingga masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya.

"Beberapa kolaborasi program yang akan dilakuka yaitu pelatihan rescue dan pelatihan pengembangan hospitality masyarakat khususnya bagi pemilik kapal," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini