Ini Dia Sepak Terjang Medan Haritage di Usia Ke 4

Administrator Administrator
Ini Dia Sepak Terjang Medan Haritage di Usia Ke 4

Laporan Nadia Atika, Mahasiswa Untara

Medan Heritage yang merupakan wadah bagi generasi muda Medan untuk ikut peduli melestarikan warisan bangsa kini telah menginjak usia yang ke 4 tahun. Komunitas yang lahir dari tiga orang pengagas yaitu Rizky Nasution, Irvanderiza dan Rudolf Sitorus (Sekretaris Jurusan di Fakultas Arsitektur, Universitas Sumatera Utara)  yang termotivasi untuk melestarikan heritagenya Kota Medan dan mengedukasi banyak orang tentang hal tersebut sehingga dapat merubah pola pikir kaula muda agar berpikir dan bertindak positif terhadap kota Medan. Komunitas ini dibentuk dan diresmikan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si, selaku Plt Walikota Medan pada 31 Agustus 2013 setelah berhasil melewati proses audiensi.

Keberadaan Medan Haritage di Kota Medan cukup diperhitungkan hal ini dapat dilihat dari banyak hal yang telah dilakukan dan diperoleh oleh komunitas tersebut. Di antaranya pada tahun 2013, komunitas ini berhasil masuk dalam 10 besar klik hati dari salah satu program CSR-nya perusahaan obat ternama. Kemudian pada tahun 2014 masuk sebagai 10 besar dari 5.000 peserta yang proyek idenya; "festival titi  gantung" berhasil diterima untuk program jenius lokal.

Di tahun-tahun berikutnya komunitas ini telah dipercaya menjadi guide oleh banyak turis penting baik dalam maupun luar negeri yang datang ke Kota Medan. Tidak hanya untuk sekedar liburan namun untuk melakukan riset budaya yang ada di Medan. Di antaranya dosen arsitektur S3 nya ITB, Nyonya Pang Noir dari Universitas Tammasat, salah satu dosen asal Thailand, serta kang Humar Hadi yang merupakan sutradara film Tausyiah Cinta yang kagum terhadap kota Medan hingga tergerak hatinya ketika melihat madrasah tertua yang ada di Medan  yang membuatnya mempunyai keinginan untuk mengangkatnya ke dalam film layar lebar, dan masih banyak lainnya. 

Pada 2017 tepatnya di usianya yang ke empat tahun ini pula, Medan Heritage berhasil masuk ke program Pemuda Mendunia, serta baru-baru ini diutus dalam kegiatan Kemah Kerja Budaya yang merupakan salah satu program PBNB Aceh.

Untuk mencapai semua itu ada banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi komunitas ini dan di usianya yang ke 4 (empat) tahun komunitas ini berharap dapat bekerja sama dengan Pemko Medan untuk mempunyai City Tour. Seperti halnya Jakarta yang memiliki The City Tour atas kolaborasi komunitas Historia dan Pemda Jakarta hal ini karena wisata sejarah Medan juga sangat layak ditonjolkan karena memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.

Sangat disayangkan jika Pemko Medan hanya menjadikan Medan sebagai kota kuliner saja karena kota Medan terbentuk dari banyaknya perusahaan-perusahaan asing  yang tertarik dengan tembakau deli hingga  membangun gedung-gedung berarsitektur Eropa. 

Terakhir besar pula harapan Medan Heritage agar kota Medan memiliki souvenir center dan kuliner center khas daerah untuk memudahkan turis yang hendak datang ke Medan. Kuliner center yang ada di Medan seperti Merdeka Walk masih dipenuhi dengan makanan western dan pastinya berharap Kota Medan memiliki public space yang memadai karena taman kota yang sekarang sangat jauh dari standar.(*)

Komentar
Berita Terkini