Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (4)

Administrator Administrator
Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (4)
Ist
Sebastian Hutabarat

Di waktu berbeda, seseorang sempat menyinggung permasalahan Aquafarm. Lalu SH sempat menyela untuk fokus berbicara terkait tambang saja. Kembali ke masalah tambang SH menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan di wilayah setempat dan kemudian menanyakan kepada JS, bahwa apabila tambang ini untuk kebaikan pembangunan, maka seharusnya tidak perlu ada keberatan.

Di antara bincang-bincang tersebut, SH sempat menyela dan bertanya, "apakah momen diskusi tersebut boleh di foto?". JS mengiyakan, lalu JM mengambil beberapa foto.

Diskusi berlanjut dan SH menanyakan rencana dan batas tambang batu itu. JS menerangkan akan bertingkat tingkat dan totalnya 5,5 ha. Selanjutnya SH menyatakan ke JS, dalam kenyataannya masih ada yang keberatan baik yang diperoleh melalui media sosial maupun masyarakat. SH menanyakan dalam hal apa sebenarnya masyarakat keberatan? JS menjawab "gak ada yang keberatan" dan menjelaskan bahwa mereka sudah dua kali melakukan peresmian terhadap usaha tambang tersebut.

Lalu JS mengklarifikasi pertanyaan SH kepada Sekdes yang duduk di sebelah kiri SH. "ate adong na keberatan?". Lalu Gultom, sang Sekdes mengatakan "Adong do 2-3 na keberatan".  SH juga menyampaikan pembicaraan yang mereka lakukan bersama Ibunya RG beberapa waktu sebelumnya Ibunya RG setuju ada tambang batu karena hanya akan mengambil batu "na mumbang", alias batuan yang ada di darat, namun Ibunya RG tidak menduga akan sebesar sekarang.

Lalu selanjutnya SH menyarankan bahwa jikalau masih ada yang keberatan, maka sebaiknya perlu dibicarakan baik-baik termasuk kepada teman-teman di dunia maya (media sosial) yang komplain dengan kehadiran tambang batu itu? SH menyampaikan salah satu pihak yang keberatan yaitu Togu Simorangkir, Pendiri Sopo Belajar Lontung. SH juga mengungkapkan rasa senangnya bisa ketemu langsung dengan pemilik tambang, sehingga tidak sepihak mendengar pernyataan dari yang keberatan. 

SH juga mengusulkan bahwa sebaiknya perlu dibuat saja "Partangiangan-kebaktian atau ibadah yang dilanjutkan dengan diskuasi soal tambang batu ini. "Kalau dibicarakan dengan baik baik seperti inikan enak." Namun JS merasa bahwa semua telah dilakukan termasuk izin dan sosialisasi. 

SH bertanya lebih lanjut "Apa yang didapat masyarakat dengan kehadiran tambang batu ini?". 

Lalu JS menjawab orang-orang sekitar bisa dapat pekerjaan di tambang batu. "Apakah pemilik lahan dapat bagian dari tiap truk?" SH bertanya kembali dan dijawab JS "dapat!" tetapi JS tidak memberitahu jumlahnya berapa. SH lalu menyarankan alangkah baiknya dibicarakan sedari awal sehingga tidak seperti TPL yang menebang banyak pohon tapi masyarakat tidak dapat bagian. Diskusi agak meninggi saat bicara soal Aquafarm yang mencemari Danau Toba. Diskusi mulai tidak fokus ke pertambangan dan dialihkan kembali berbicara tentang TPL dan Aquafarm.

Tidak beberapa lama, seseorang berdasarkan telpon JS datang ke lokasi tersebut yang diperkenalkan sebagai Tommy Nainggolan (TN).

Walaupun SH sempat menyela untuk fokus dan sempat menyampaikan hendak pamit dan meninggalkan lokasi supaya diskusi tidak tegang, tapi belum sempat beranjak, seseorang di sebelah kanan JS menyampaikan bahwa "terkait aquafarm, sebenarnya bisa hal tersebut ditutup masyarakat, dengan mendudukinya selama 2 hari. Tapi karena masih ada pro-kontra, maka belum ditutup. Jadi tidak perlu LSM menutup tersebut". 

Demikian diuraikan oleh seseorang yang duduk di sebelah kanan JS. SH lalu membeberkan tentang kondisi kimia terkini air Danau Toba dan juga pihak-pihak yang seharusnya memiliki andil terhadap penghentian pencemaran air Danau Toba tersebut. 

Akhirnya daripada perdebatan kian memanas, SH menyampaikan lagi untuk pamit. SH meminta permisi (pamit) karena mengejar waktu jadwal keberangkatan Feri dari Tomok yang akan berangkat pukul 10.00 WIB. Lalu JS mengatakan "lane ma lane." 

Sebelum pergi, JM dan diikuti SH menyalami JS dan beberapa orang yang ikut berdiskusi. JM masih sempat mengatakan "mauliate amang" dan kemudian berlalu menyusul SH yang sudah berjalan di depan.(BERSAMBUNG)

Komentar
Berita Terkini