Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (3)

Administrator Administrator
Ini Dia Kronologi Kasus Penganiayaan Aktivis Yayasan Pencinta Danau Toba - YPDT) di Samosir Versi Jhohannes Marbun (3)
Ist
Sebastian Hutabarat

07:35-07.40 Tidak berpikir lama, SH dan JM kemudian memenuhi permintaan seseorang tersebut sembari menunjukkan keberadaan si Tokke yang dimaksud, yang ternyata sedang bertelpon dengan seseorang yang tidak diketahui oleh SH dan JM. SH dan JM mendekat ke Tokke tersebut (sedang bertelpon) dan memperkenalkan diri. SH memperkenalkan diri "Hutabarat, anak Par Galon di Balige", JM menyusul memperkenalkan diri: "Marbun". 

Sekitar setengah menit sang Tokke masih ber telpon, lalu SH mengajak JM pulang dan mulai melangkah. Beberapa saat kemudian si Tokke memanggil kembali SH dan JM  dan diterima baik oleh si Tokke yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Jautir Simbolon (JS). JS sangat menyambut baik kedatangan kami, lalu memesan kopi kepada orang dapur untuk dinikmati oleh SH dan JM sambil berdiskusi.

07:40-08:09 Pada saat berbincang dengan SH dan JM, JS ditemani oleh dua orang. JS memperkenalkan seseorang di sebelah kiri SH sebagai Sekdes Silimalombu dan seorang lagi (duduk di sebelah kanan JS) memperkenalkan diri (lupa namanya). Diskusi sangat antusias dan menarik. Terkait lingkungan JS sempat mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang menutup TPL dan juga menjadi tokoh di balik pemekaran (berdirinya Kabupaten Samosir).  (bersambung)


Hingga rilis ini diterbitkan, Jautir Simbolon telah membantah melakukan penganiayaan melalui media massa. Dia malah menyebutkan luka korban karena terjatuh saat mengejar fery.

Komentar
Berita Terkini