Pada hari ini, Senin 4 September 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis beberapa data strategis terkini tentang : (1) Inflasi, (2) Indeks Harga Perdagangan Besar, (3) Perkembangan Pariwisata & Transportasi Nasional, dan (4) Perkembangan Nilai Tukar Petani & Harga Produsen Gabah & Beras
Berikut ini disampaikan ringkasan data-data tersebut:
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI
1. Pada Agustus 2017 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,91. Dari 82 kota IHK, 47 kota mengalami deflasi dan 35 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08 persen dengan IHK sebesar 128,03 dan terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,03 persen dengan IHK 133,21. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09 persen dengan IHK sebesar 125,68 dan terendah terjadi di Batam sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 129,50.
2. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,67 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,60 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,10 persen; kelompok sandang sebesar 0,32 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,89 persen.
3. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2017 sebesar 2,53 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,82 persen.
4. Komponen inti pada Agustus 2017 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Agustus) 2017 mengalami inflasi sebesar 2,15 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 2,98 persen.
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR
1. Pada Agustus 2017, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,05 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 0,25 persen.
2. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2017 naik sebesar 0,26 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas besi beton sebesar 2,88 persen, besi lainnya 0,97 persen, kawat dan sejenisnya 0,89 persen, batu bata 0,87 persen, serta paku, mur, baut 0,83 persen.
3. IHPB Bahan Baku dan Barang Modal pada Juli 2017 masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,11 persen dan 0,23 persen terhadap bulan sebelumnya, sementara itu Barang Konsumsi mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen.
PERKEMBANGAN PARIWISATA DAN TRANSPORTASI NASIONAL MEI 2017
A. Perkembangan Pariwisata
1. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Juli 2017 naik 30,85 persen dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2016, yaitu dari 1,03 juta kunjungan menjadi 1,35 juta kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Juni 2017, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2017 mengalami kenaikan sebesar 21,57 persen.
2. Secara kumulatif (Januari-Juli) 2017, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,81 juta kunjungan atau naik 23,53 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,32 juta kunjungan.
3. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2017 mencapai rata-rata 57,52 persen atau naik 3,75 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2016 yang tercatat sebesar 53,77 persen. Demikian juga, jika dibanding TPK Juni 2017, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2017 naik 6,50 poin.
4. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2017 tercatat sebesar 1,89 hari, terjadi kenaikan 0,08 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2016.
B. Perkembangan Transportasi Nasional
1. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Juli 2017 sebanyak 8,9 juta orang atau naik 27,89 persen dibanding Juni 2017. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 10,56 persen menjadi 1,5 juta orang. Selama Januari-Juli 2017, jumlah penumpang domestik mencapai 50,5 juta orang atau naik 10,75 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 9,5 juta orang atau naik 14,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.
2. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Juli 2017 tercatat 1,8 juta orang atau naik 18,73 persen dibanding Juni 2017, sedangkan jumlah barang yang diangkut turun 2,40 persen menjadi 21,0 juta ton. Selama Januari-Juli 2017 jumlah penumpang mencapai 9,5 juta orang atau naik 4,67 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2016. Demikian juga dengan jumlah barang yang diangkut naik 1,53 persen atau mencapai 147,9 juta ton.
3. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juli 2017 sebanyak 34,3 juta orang atau naik 11,68 persen dibanding Juni 2017. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 19,42 persen menjadi 3,8 juta ton. Selama Januari-Juli 2017, jumlah penumpang mencapai 220,7 juta orang atau naik 10,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 20,73 persen menjadi 23,8 juta ton.
PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA PRODUSEN GABAH DAN BERAS
A. Perkembangan Nilai Tukar Petani
1. NTP nasional Agustus 2017 sebesar 101,60 atau naik 0,94 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,92 persen sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,02 persen.
2. Pada Agustus 2017, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi (1,82 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan terbesar (0,44 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.
3. Pada Agustus 2017 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,12 persen disebabkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan.
4. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2017 sebesar 110,61 atau naik 0,78 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
B. Perkembangan Harga Produsen Gabah dan Beras di Penggilingan, Juli 2017
1. Berdasarkan 1.607 transaksi penjualan gabah di 25 provinsi selama Agustus 2017, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 71,19 persen, gabah kualitas rendah 22,03 persen, dan gabah kering giling (GKG) 6,78 persen.
2. Selama Agustus 2017, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.509,00 per kg atau naik 0,58 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.591,00 per kg atau naik 0,48 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Juli 2017. Rata-rata harga GKG di petani Rp5.471,00 per kg atau naik 0,24 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.579,00 per kg atau naik 0,52 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.013,00 per kg atau naik 2,67 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.104,00 per kg atau naik 2,88 persen.
3. Dibandingkan Agustus 2016, rata-rata harga pada Agustus 2017 di tingkat petani untuk semua kualitas GKP, GKG, gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 0,65 persen, 1,22 persen, dan 0,40 persen. Demikian juga di tingkat penggilingan rata-rata harga untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masing-masing 0,59 persen, 1,18 persen, dan 0,39 persen.
4. Pada Agustus 2017 rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.437,00 per kg naik sebesar 0,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.823,00 per kg naik sebesar 0,91 persen. Sedangkan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp8.436,00 per kg naik sebesar 0,94 persen.
5. Dibandingkan dengan Agustus 2016, rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2017 untuk kualitas premium naik 0,75 persen, kualitas medium turun 0,88 persen, dan kualitas rendah juga turun 0,76 persen.
Untuk info detil dan unduh data silakan akses website BPS www.bps.go.id.(*)