Harga Pasaran Tower WiFi Per Unit Hanya Rp15 Juta, Gara-gara Dana Desa Jadi Rp 40 Juta di Labuhanbatu

Administrator Administrator
Harga Pasaran Tower WiFi Per Unit Hanya Rp15 Juta, Gara-gara Dana Desa Jadi Rp 40 Juta di Labuhanbatu
Ist
Wifi

Laporan Ramses Sihombing, Rantauparpaat

Labuhanbatu(Pelita Batak):  Terkait pemberitaan tentang pengadaan tower wifi untuk internet di tiap desa yang menghabiskan dana desa Rp 40 juta per desa, membuat beberapa kepala desa bersiap-siap umtuk angkat bicara,  manakala kelak menjadi kasus.

Beberapa kepala desa yang meminta namanya tidak dipublikasikan menyebutkan, mereka hanya diperintahkan untuk memuat dan memasukkan dana dimaksud ke dalam anggaran ADD (alokasi dana desa).

Sedangkan masalah Rencana Anggaran Belanja (RAB), kepala desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tidak ikut merencanakan. "Itulah kronologisnya pak, kalau nantinya hal ini jadi temuan pasti kami buka sama penegak hukum," kata seorang kepala desa saat ditemui wartawan.

Secara terpisah, Yanto karyawan PT Telkom Rantauprapat yang ditemui di kantornya Jumat 22 September 2017, menyebutkan harga satu unit tower wifi/internet lengkap dengan peralatannya, biasanya hanya sebesar Rp 15 juta. "Pembayaran bulanannya sekitar  500.000 rupiah," paparnya.

Senada dengan itu, Jon Piter selaku direktur CV JPS Cloudnet menyatakan bahwa pihaknya pernah menawarkan jasa untuk membuat tower lengkap dengan peralatan lainnya dengan senilai Rp 25 juta.

Namun entah dasar penilaian apa, BPMD Pemkab Labuhanbatu tidak menerima penawaran tersebut. Akhirnya terungkap ke publik bahwa pengadaan tower dimaksud senilai Rp 40 juta.

Sebelumnya,  Zaid Harahap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD( Labuhanbatu mengaku tidak pernah melakukan pemaksaan terhadap Kepala Desa untuk membangun tower wifi tersebut. "Semua terpulang kepada mereka (Kepala desa). Mau dilaksanakan atau tidaknya.Karena saat ini jaringan internet sangat diperlukan di desa -desa mengingat kini zaman teknologi informasi," ujarnya.(*)

Komentar
Berita Terkini