Harga Cabe Naik Turun Seperti Yoyo, Petani Humbahas Galau

Administrator Administrator
Harga Cabe Naik Turun Seperti Yoyo, Petani Humbahas Galau
Abed Ritonga
Cabe

Doloksanggul (Pelita Batak): Dalam beberapa bulan terakhir, harga cebe merah di pusat pasar tradisional Doloksanggul cenderung labil. Bahkan dalam dua pekan terakhir, harga cabe merah malah merosot hingga Rp 20 ribu/kg. Sebelumnya harga cabe masih bertengger di kisaran Rp 30 ribu/kg.

Lasmi Silaban (37) salah satu pengepul cabe merah, Kamis 26 Oktober 2017 mengatakan bahwa harga cabe merah dalam beberapa bulan terakhir cenderung labil. Jikapun mengalami kenaikan, maksimal hanya di kisaran Rp 4000-5000/kg.

"Harga cabe merah tidak menentu. Dua pekan terakhir 25 ribu/kg selanjutnya Rp 30 ribu dan saat ini Rp 20 ribu/kg," jelasnya.

Anehnya, kata Lasmi, dalam hitungan jam, harga cabe bisa berubah sesuai dengan permintaan pasar. "Jika Kamis sore harga cabe Rp 24 ribu per kg, Jumat pagi bisa merosot hingga Rp 20 ribu per kg. Jadi kita sebegai pengepul, tidak bisa menahan cabe karena resikonya pasti rugi," jelasnya.

Lanjut Lasmi, turunnya harga cabe disebabkan turunnya permintaan. Sebab komoditas cabe dari Humbahas dipasarkan ke luar daerah yakni, Padang, Penyabungan, Bagan Batu, Medan dan beberapa kota lainnya di luar Humbahas.

"Jika harga cabe di daerah tersebut diatas sama atau lebih murah dibandingkan harga cabe di Humbahas, maka agen dari Humbahas tidak mungkin lagi mengirim cabe ke luar daerah. Dengan kondisi itu sudah otomatis harga cabe turun karena permintaan pasar yang berkurang," tukasnya.

Petani cabe di Lintong Nihuta, Mentari Siregar kepada wartawan mengaku mengeluh dan galau atas harga cabe yang cenderung labil. Kekawatiran petani ditambah produksi yang tidak bagus. Sebab produksi cabe kerap gagal panen karena kriting, layu.

"Kalau harga cabe tetap Rp 20 ribu, mau makan apa kita petani. Sebab dengan harga Rp 20 per kg, kita hanya impas sebab harga pestisida dan pupuk cendrung meningkat. Bagaimana dengan biaya operasional kita selama pengurusan cabe," keluh Mentari.(A R)

Komentar
Berita Terkini