Gubernur Pimpin Rapat Bersama Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba

Administrator Administrator
Gubernur Pimpin Rapat Bersama Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba
TAp|pelitabatak
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi memimpin rapat pembahasan pengajuan geopark kaldera toba menuju GGN UNESCO

Medan (Pelita Batak) :

Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi memimpin langsung rapat pembahasan persiapan pengajuan Kawasan Geopark Kaldera Toba menjadi Global Geopark Network (GGN) UNESCO di ruang Lt 10 Kantor Gubernur Sumut Jl Diponegoro Medan, Selasa (9/5/2017).

 

Rapat dihadiri Kelompok Pakar Geopark Kaldera Toba Dr RE Nainggolan MM dan Sahat Simatupang, Ketua Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting, mewakili Badan Pengelola Otorita Kawasan Pariwisata Danau Toba (BPOKPDT), Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Kepala BLH Sumut, Kepala Infokom sumut, Dinas Pariwisata, dan dinas terkait lainnya.

 

Rapat ini membahas perkembangan pengembangan kawasan Danau Toba sejak ditolak tim Unesco sebagai GGN di tahun 2015 silam. Namun, dalam rapat terbukti bahwa belum ada perubahan signifikan dilapangan sebagaimana yang diharapkan tim Unesco dalam rekomendasi.

 

Sebagaimana disampaikan Dr RE Nainggolan, bahwa kondisi saat ini belum jauh berbeda dengan dua tahun yang lalu. Untuk itu, sangat diharapkan keseriusan dari semua pihak khususnya pemerintah provinsi untuk menggerakkan seluruh kekuatan untuk mewujudkan Geopark Kaldera Toba menjadi salah satu anggota GGN Unesco.

 

Kepada Gubernur disampaikan RE Nainggolan, agar ada sosok yang bisa menggerakkan tim percepatan mempersiapkan di lapangan khususnya menanggapi rekomendasi tim Unesco.

 

“Kita tidak pada posisi membahas kondisi dossier lagi, karena dossier sudah selesai. Hanya saja, ada lima rekomendasi yang telah diberikan tim Unesco, maka ada baiknya kita focus merespon itu saja,” ujarnya.

 

Sebagaimana disampaikan Alimin Ginting, bahwa dossier yang diajukan dua tahun yang lalu sudah lengkap. Hanya saja, ketika tim Unesco meninjau ke lapangan belum menemukan kegiatan yang mendukung program geopark. “Tidak butuh tulisan yang menggambarkan kemegahan dan mahadahsyat terjadinya danau Toba. Tapi action di lapangan yang dibutuhkan, bagaimana keterlibatan masyarakat, proses edukasi terjadi, kegiatan perekonomian masyarakat dan infrastruktur pendukung lainnya,” ujarnya. (TAp)

 

Komentar
Berita Terkini