Gas 3 Kg Mulai Langka di Sipirok

Administrator Administrator
Gas 3 Kg Mulai Langka di Sipirok
Saut Togi Ritonga
Elpiji 3 kg
Tapsel (Pelita Batak) : Diperkirakan akibat kurangnya pasokan dan luputnya perhatian pemerintah daerah mengakibatkan kelangkaan gas bersubsidi 3 kg di Sipirok ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan memasuki hari ke 16 di bulan Ramadhan ini.


Masyarakat mengaku mengeluhkan kelangkaan gas ukuran 3 kg karena kebutuhan memasak selama bulan puasa ini terbilang banyak, khususnya pedagang makanan bukaan dan umumnya masyarakat luas.


Seperti yang di katakan Ical salah seorang pemilik warung kepada Wartawan Senin 12 Juni 2017 mengatakan untuk mempersiapkan masakan dagangannya ia menjadi repot karna gas habis.


" Saya sudah cari kebeberapa warung pengecer gas tapi semuanya bilang kosong,"ujarnya.


Sementara dari 7 warung pengecer gas di sekitar pasar Sipirok yang didatangi wartawan semua warung tersebut mengatakan,"lagi kosong, stok belum masuk, "jelas mereka.


Terkait langkanya gas ukuran 3 Kg ini di Sipirok, masyarakat berharap agar pihak terkait melakukan tindakan karna kebutuhan penggunaan gas ini selama bulan Ramadhan melebihi dari bulan bulan biasa.


Pulungan, salah seorang pengecer di Desa Sumuran yang memiliki stok sekitar 100 tabung gas ukuran 3 Kg mengatakan seharusnya pemerintah melalui agen agen penyalur menambah jumlah pasokan.


"Bila biasanya setiap minggu dari Kecamatan Sipirok sampai ke Kecamatan Saipar Dolok Hole dan Kecamatan Biru menerima kiriman sebanyak 4 truck colt diesel atau sekitar 2000 tabung gas ukuran 3 Kg, namun karna di bulan Ramadhan ini permintaan dari masyarakat sangat tinggi, ada baiknya stok gas tersebut ditambah, "ujarnya.


Sementara Rony Dep Siregar salah seorang warga sipirok ketika dihubungi melalui Whatshapnya terkait kelangkaan gas di sipirok mengatakan, dirinya sudah langsung membuktikan dan memantau beberapa pangkalan gas 3 kilo gram. Hasilnya sebagian besar pangkalan gas 3 kilogram di Sipirok pada kosong, dan tidak menjual gas subsidi itu dan bila pun ada, harganya naik.


"Kita menduga kelangkaan gas tiga kilo ini, ada indikasi penjualan kepihak lain seperti ke rumah makan besar di sipirok atau dibawa ke daerah lain karena menurutnya untuk penyaluran Gas yang di subsidi oleh pemerintah ini sudah di atur zonanya," ujarnya.


Untuk itu Rony berharap agar pemerintah harus turun tangan dan melakukan Operasi Pasar untuk menanggulangi permasalahan ini karena itu merupakan program pemerintah.


Sementara harga jual gas 3 Kg biasanya seharga Rp 16.000 per tabung, namun di kalangan pengecer di sipirok sudah berani jual Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per tabung dan itupun sulit didapat. (Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini