GMKI Menilai Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Belum layak Beroperasi

Administrator Administrator
GMKI Menilai Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Belum layak Beroperasi
ist|Pelitabatak
Swangro menunjukkan lokasi tanpa pembatas jalan di jalan tol Medan-Binjai

Medan (Pelita Batak):

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengapresiasi peresmian jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Ruas Kualanamu-Sei Rampah dan Medan-Binjai - Seksi Helvetia - Semayang - Binjai yang diresmikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, Jumat (13/10/2017). Baru kali ini ada jalan tol terpanjang di Provinsi Sumatera Utara, Artinya ini merupakan kemajuan pembangunan disegi infrastruktur.

"Namun kami menilai jalan Tol Medan-kualanamu-Tebing Tinggi masih belum layak beroperasi, karena masih banyak beberapa hal yang harus diselesaikan. Pada minggu (05/11/2017) GMKI Wilayah I Sumut-Nad Meninjau langsung keadaan Jalan Tol , dalam tinjauan kami dilapangan ada beberapa hal yang harus segera diselesaikan oleh Menteri PUPR," kata Swangro Lumbanbatu,  ST. 

Koordinator Wilayah I SUMUT-NAD PP GMKI.

Dijelaskan, tingkat pelayanan keamanan dan kenyamanan dalam Tol tersebut masih rendah karena tidak lengkapnya pembatas di tepian jalan, tidak adanya tempat istirahat dan pelayanan disepanjang jalan tol apalagi jalan tersebut lebih dari 50Km. Artinya perencanaan dan penyusunan teknis, pelaksanaan konstruksi harus Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 15 Tahun 2005 tentang jalan Tol.

"Bila kita membaca dan memahami bersama Peraturan Menteri PU No 19/PRT/M 2011 Tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Kriteria Teknis Jalan seharusnya yang terjadi dilapangan harus melengkapi sistim drainase, tempat pemasangan utilitas, sistim penerangan jalan umum, dinding penahan tanah, saluran tepi jalan. Namun yang terjadi dilapangan kurang sesuai dengan peraturan ini," kata Swangro.

Menurutnya, peresmian Jalan Tol ini terkesan terlalu dipaksakan oleh pemerintah pusat karena masih banyak kekurangan yang harus di penuhi didalam Jalan Tol tersebut, bahkan kami mau menuju rute Kualanamu - Tebing Tinggi belum bisa beroperasi dan Rute Binjai - Kualanamu belum bisa beroperasi dengan yang kita harapkan,  padahal yang kita pahami bersama bahwa jalan Tol ini sudah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Seharusnya segala sesuatu yang sudah diresmikan tidak ada kekurangan sesuatu apapun.

"Kami tidak tau apakah Presiden Jokowi sudah Melihat ini semua atau sudah adakah laporan dari pemerintah daerah provinsi sumatera utara tersebut," katanya.

Sikatakan, seharusnya Gubernur Sumatera Utara Dr.H. Erry Nuradi, Msi harus meninjau langsung segala kekurangan jalan Tol tersebut yang dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara Terkesan diam terhadap kekurangan jalan Tol, padahal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah bekerja semaksimal mungkin dalam pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.

"Kami meminta Menteri PUPR untuk segera cepat menyelesaikan pekerjaan jalan Tol ini dan tidak ada kekurangan satu pun agar pengendara dan melintasi jalan tol tersebut nyaman serta Pemerintah Daerah Sumatera Utara harus Tetap Berkoordinasi juga dengan Pemerintah Pusat," ujar Mahasiswa Pascasarjana Perencanaan Pembangunan Perdesaan Dan Wilayah USU ini. (TAp)

Komentar
Berita Terkini