Ethan Zohn Rangkul Penderita HIV AIDS dengan Bermain Bola Bersama

Administrator Administrator
Ethan Zohn Rangkul Penderita HIV AIDS dengan Bermain Bola Bersama
Nadia Atika
Ethan Zohn

Laporan Nadia Atika, Wartawan Pelita Batak


Medan(Pelita Batak): Ethan Zohn, dalam kunjungannya di Medan, Sabtu 14 Oktober 2017, mengungkapkan kepeduliannya terhadap penderita HIV-AIDS dan kanker. 

Bermula dari kedatangan Ethan Zohn ke Afrika ketika ia  bergabung di salah satu klub sepak bola di Zimbabwe. Masyarakat di sana pada heran sekaligus takjub karena baru pertama kali melihat orang kulit putih sama rambut kribonya  Ethan,sehingga ia menyadari ada banyak perbedaan dari mereka.

Akhirnya Ethan memberi bola

lalu ia bermain bersama masyarakat di sana. Ethan mengerti bahwa  bola dapat menyatukan mereka. Menurutnya Zimbabwe adalah  negara yang indah yang memiliki sunset yang sangat bagus namun setelah ia lama tinggal di sana ia sadar ada banyak orang yang menderita HIV-AIDS .

Bahkan penyakit itu juga banyak diderita oleh anak-anak sehingga ia merasa sangat prihatin dan sangat berempati. Ethan Zohn yang kebetulan menjadi pemenang di salah satu kompetisi reality show "survivor Africa"  dengan hadiah 1 juta dolar atau setara dengan Rp.13 miliar dan dari hadiah tersebutlah dia mendirikan Organisasi Grassroot Soccer yang merupakan organisasi yang fokus pada kesehatan masyarakat banyak umumnya para remaja penderita kanker dan HIV-AIDS. Oganisasi ini memanfaatkan kekuatan sepak bola untuk mendidik, menginspirasi dan memobilisasi kaum muda di negara-negara berkembang untuk mengatasi tantangan kesehatan terbesar mereka.  

Dia juga mengajak makan malam orang-orang Zimbabwe yg terkena HIV-AIDS lalu memperkenankan orang-orang tersebut untuk menceritakan pengalamannya selama menderita penyakit tersebut. Ethan Zohn menganggap bahwa para  penderita itu juga bagian dari yayasan karena mereka juga ikut serta dalam menggalang dana yayasan tersebut.

Jadi dengan begitu  orang-orang yang positif HIV AiDS tetap dapat  menjadi pribadi yang berguna juga. Kepergian ayahnya karena penyakit kanker di usia Ethan yang masih belasan tahun juga membuatny dan organisasi yang dibentuknya peduli terhadap penyakit tersebut. Di akhir pembicaraan Ethan sempat memberitahukan bahwa setelah kunjungannya ke kota Medan,  akan bertolak ke Bali untuk mengadakan outdoor camp bersama penderita kanker.(*)

Komentar
Berita Terkini