Dr RE Nainggolan : Pembangunan Danau Toba Harus Bermuara Pada Kecerdasan Kultural dan Penguatan Kearifan Lokal

Administrator Administrator
Dr RE Nainggolan : Pembangunan Danau Toba Harus Bermuara Pada Kecerdasan Kultural dan Penguatan Kearifan Lokal
ist|Pelitabatak
Tokoh Masyarakat Sumut Dr. RE Nainggolan, MM bersama Bupati Simalungun JR Saragih dan Bupati Tanah Karo Terkelin Brahmana satat Acara Karnaval Danau Toba 2017 di Balige.

Medan (Pelita Batak):

Tokoh Masyarakat Sumut Dr RE Nainggola, MM mengharapkan pembangunan kawasan Danau Toba agar mengedepankan kecerdasan kultural dan kearifan lokal yang sarat dengan nilai filosofis kehidupan dalam membangun danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia.

Sosok yang sangat peduli dengan pembangunan danau Toba itu mengatakan hal itu didampingi Jadi Pane, S.Pd, menanggapi Program Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) 2017 baru-baru ini di Balige yang dihadiri oleh Menko Kemaritiman RI Jendral (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, MPA, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Sumut Dr. Ir. Tengku Erry Nuradi, M.Si, Sabtu (16/09/2017).

Dikatakan oleh Dr. RE Nainggolan, MM adanya komitmen pemerintah dalam mengembangkan Danau Toba  sebagai salah satu destinasi wisata melalui Badan  Otorita Danau Toba harus disambut positif  karena ini akan membawa multiplier effect bagi daerah kawasan Danau Toba secara khusus, dan masyarakat Provinsi Sumatera Utara pada umunnya.

Dr. RE Nainggolan mengatakan, Danau Toba adalah aset bangsa dan juga anugerah Tuhan bagi bangsa ini, maka tanggung jawab bersama adalah bagaimana merawatnya menjadi lebih berguna, bermanfaat bagi masyarakatnya.

Mantan Sekda Provinsi Sumut ini mengatakan, tanpa mencari kesalahan dan mengungkit masa lalu dimana memang harus diakui bersama mungkin ada kelalaian bersama (pemerintah, masyarakat, dan swasta) terhadap potensi Danau Toba yang sangat besar.

"Saatnya kita bangkit bersama dengan melihat masa depan yang lebih baik. Saat ini pemerintah sudah punya program yang sangat bagus dalam pembangunan Danau Toba dimana pemerintah secara kelembagaan telah membentuk Badan Otorita Danau Toba sebagai wujud dari "political will" pemerintah pusat pada Danau Toba," katanya.

Saat ini, lanjutnya, Badan Otorita Danau Toba sedang mempersiapkan rancang bangun atau "grand design" untuk membangun Danau Toba agar Danau Toba yang bisa melahirkan kenyamanan, kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya. 

Dalam membangun Danau Toba, terlepas dari strategi apa yang ingin dipergunakan, Dr RE Nainggolan sangat berharap bahwa pembangunan Danau Toba harus mengedepankan kecerdasan kultural, kearifan lokal, dan tata kelola lingkungan hidup yang berkelanjutan.

"Kita sangat menginginkan Pembangunan Danau Toba itu mendorong penguatan budaya lokal dan kearifan lokal sehingga terbangun kecerdasan kultural bagi masyaraktnya. Dengan demikian, bangsa kita adalah bangsa yang punya identitas," tegas Dr. RE Nainggolan lagi.

Senada dikatakan Jadi Pane S.Pd, bahwa orientasi pembangunan Danau Toba adalah melestarikan nilai budaya, menjaga ekosisten Danau Toba tetap lestari, dan melahirkan kemakmuran ekonomi secara merata dengan mengedepankan asas kekeluargaan dan kebersamaan.

"Saat ini program pemerintah pusat sudah bagus, tinggal lagi bagaimana kita secara internal bisa melakukan perubahan agar proyek pembangunan danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan mengedepankan nilai budaya lokal bisa terwujud dengan baik," tegas Jadi. (*)

Komentar
Berita Terkini