Diskusi Publik: BHINNEKA TUNGGAL IKA "RUMAH" NKRI

Administrator Administrator
Diskusi Publik: BHINNEKA TUNGGAL IKA "RUMAH" NKRI
Djalan Sihombing
Dahnil Anhar Simanjuntak, Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Dr. Emrus Sihombing, Eko Sulistyo

Jakarta(Pelita Batak): Hari Kamis, 7 September 2017 diadakan diskusi publik Bhinneka Tunggal Ika "Rumah" NKRI di Bina Graha Kantor Staf Presiden RI.

Sebagai pembicara antara lain, Pdt. Dr.  Darwin Lumbantobing Ephorus Huria Kristen Batak Protestan Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan dosen Pascasarjana Universitas Pelita Harapan Dr. Emrus Sihombing. 

Diskusi dibuka Eko Sulistyo Deputi IV Kerja Kantor Staf Presiden. Dalam kata sambutannya, Eko Sulistyo,  kita hidup dengan keberagaman suku bangsa, bahasa dan budaya. Kebangsaan kita adalah kebangsaan kolektif, dengan menampilkan sisi keberagaman yang ada di Indonesia. 

Diskusi ini  memperkuat corak kebhinnekaan yang juga memperkuat bangsa. Menjaga persatuan agar keberagaman tidak terpecah.

Kemiskinan dan kesenjangan menjadi tantangan kita bersama. Visi Presiden agar Indonesia sentris bukan Jakarta dan Jawa sentris tetapi untuk seluruh Indonesia. Saat ini pembangunan didistribusikan secara merata. 

Pak Jokowi juga mau meredam konflik elit bangsa. Presiden ingin menyejukkan perpolitikan nasional dan hal ini ditunjukkan pada perayaan 17 Agustus 2017.

Peserta diskusi melebihi jumlah kursi yang ada di ruang rapat Bina Graha. Ini terjadi karena antusiasnya masyarakat dengan keberagaman bangsa. Turut hadir pada acara diskusi antara lain Praeses HKBP Distrik 8 DKI Jakarta Pdt. Midian KH Sirait dan Eddy Berutu.

Ada dua orang peserta diskusi yang menangis mengungkapkan isi hatinya karena cintanya untuk keutuhan NKRI. Salah satu yang menangis, Sri Rahayu, yang sehari-harinya memberi penyuluhan dan bimbingan untuk petani dan pengusaha kecil di seluruh Indonesia.(*)

Komentar
Berita Terkini