"Apakah sampai sebanyak itu ? Jawabnya, itu nilai yang telah disyahkan bahkan sudah selesai disinkronisasi dengan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara. Pertanggungjawaban selanjutnya mekanisme pengawasan yang akan memberikan penilaian disamping tentunya DPRD dari fungsi Pengawasannya. Tepatkah sikap Pemko tidak menggelar Upacara Harlah Pancasila dengan alasan krn tidak ada anggaran ? Pendapat saya sebagai Wakil Rakyat, tentu tidak tepat. Apalagi alasan nya butuh biaya besar untuk sound sistem, Paskibraka dll. Karena Pemko punya sound sistem sendiri di Bagian Umum, Paskibraka saya yakini tidaklah mesti butuh dana besar untuk melibatkannya. Lagi pula, upacara harlah Pancasila tidaklah mesti digelar dengan super mewah, cukup sederhana dalam suasana Ramadhan, yang utama sesungguhnya memaknai dan mengamalkannya lewat peran Pemko agar ditauladani masyarakat luas," katanya.
Menurutnya, keterangan pemberitahuan diterima mendadak juga pandangan keliru, sebab tanpa pemberitahuan dari Pemerintah atasan pun Harlah Pancasila itu sudah kita ketahui secara umum jatuh tiap tanggal 1 Juni. Ia mengharapkan agar Kedepan mudah-mudahan akan tumbuh kembang kepekaan menyikapi situasi secara nasional agar tidak kontra versi di tengah masyarakat kita.(Saut Togi Ritonga)