DPD PIKI Sumut Dorong Tumbuhnya "Nehemiah Generation" di Indonesia

Administrator Administrator
DPD PIKI Sumut Dorong Tumbuhnya "Nehemiah Generation" di Indonesia
IST|PELITABATAK
Ketua DPD PIKI Sumut John Eron L. Gaol, SE, Dr. Adolfina Elisabeth Komeasekh, M.Hum dan pengurus lainnya foto bersama pasca selesainya KLB DPP PIKI 2017
Medan (Pelita Batak) :
DPD PIKI Provinsi Sumatera Utara mengharapkan perlu penataan ulang kembali semua wadah atau lembaga kekristenan yang adaptif dengan perubahan jaman, sehingga bisa menjadi wadah pembangunan dan pembentukan generasi Nehemia Kristen yang bermutu (generasi emas).

Hal itu dikatakan dan dipertegas oleh Ketua DPD PIKI Sumut John Eron L. Gaol, SE pada acara Kongres Luar Biasa (KLB) DPP PIKI yang mengasilkan agenda perubahan AD/ART PIKI, Minggu, (9/07/2017).

John Eron L Gaol didmapingi oleh para penasehat DPD PIKI Sumut seperti Drs. Gandhi Tambunan, M.Si, Ir. Washington Tambunan, M.Si dan Pengurus DPD PIKI Sumut seperti Delphi Masdiana Ujung, SH, M.Si, Dr. Adolfina Elisabet Koamesakh, M.Hum, Rosiany Hutagalung, STh, Ester Manurung, dan Marulam Simarmata.

Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, M.Hum yang merupakan praktisi dan pakar linguistik ini sangat mengharapkan dengan adanya perubahan AD/ART ini kedepan tata kelola PIKI bisa lebih bagus. Tata kelola dalam artian, mekanisme kepengurusan yang terukur, program strategis yang terukur, pengkaderan yang fokus bisa berjalan dengan baik agar PIKI jadi wadah yang bisa kita harapkan menciptakan "Nehemiah Generation" di Indonesia.

Dr. Adolfina juga mendeskripsikan konsep "Nehemiah Generation", Nehemia seorang Israel yang rela meninggalkan kenyamannya di istana  raja demi kembali ke Yerusalem untuk kembali membangun tembok kotanya yang hancur. Nehemia berani membuang profesi eksklusifnya sebagai juru minum raja  dan beralih menjadi tukang bangunan karena kasihnya bagi bangsanya. Kita mengingnkan generasi seperti ini di Indoneisa, manusia yang rela berkorban untuk kemajuan bangsa ini.

Saat ini kita mengalami krisis multidimesional yang snagat terasa. Tidak bisa kita puingkiri saat ini sudah banyak generasi kristen tidak punya karakter seperti nabi Nehemia, termasuk kaum terdidik. Maka tugas kita, mulai dari PIKI, GMKI, GAKMI, dan GSKI adalah membuah wadah yang bisa mendorong kreativitas mereka di luar pendidikan formal, tegas Adolfina Komaesakh lagi.

Saat ini bangsa Indonesia, mulai dari semua ragam profesi sangat membutuhkan karakter Nehemia sebagai sebuah jaminan untuk memulihkan bangsa ini. "Jadi, PIKI, GMKI, GAMKI, dan GSKI harus punya program kerja yang strategis, adaptif, terukur, fokus untuk bisa jadi wadah perkumpulan kaum intelektual kristen untuk jadi generasi Nehemia, sehingga apa yang jadi panggilan kita jadi garam dan terang bisa terwujud dengan baik," tegas Doktor Lingustik ini lagi.

Sementara Delphi Masdiana Ujung, SH, M.Si sangat mengharapkan dengana danya KLB DPP PIKI ini bisa menjadikan PIKI punya pengaruh besar (multiplier effect) bagi bangsa ini. Sentuhan kaum intelektual kristen dimananpun sangat penting karena peran kaum terdidik itu sangat besar pengaruhnya dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.

PIKI kedepan harus punya agenda staregis yang sinkron dengan visi dan misi pemerintah karena sejatinya PIKI itu adalah mitra strategis bagi pemerintah untuk membangun bangsa ini menurut UUD 1945 dan Ideologi Pancasila, tegas Mantan Ketua DPRD Kabupaten Dairi ini lagi.

"Semoga dengana danya KLB DPP PIKI dengan agenda perubahan AD/ART ini menjadikan PIKI lebih mampu mengambil peran yang lebih besar sebagai komunitas orang terdidik," tegas penasehat PIKI Sumut Drs. Gandi Tambunan, M.Si yang juga mantan Direktur Kawasan Industri Medan (KIM) Medan ini lagi. (TAp|rel)
Komentar
Berita Terkini