DPD PIKI Sumut Dorong Kota Medan Sebagai "Role Model" Peradaban

Administrator Administrator
DPD PIKI Sumut Dorong Kota Medan Sebagai "Role Model" Peradaban
Ist|pelitabatak
Ketua Umum DPD PIKI Sumut John Eron L. Gaol, SE dan Sekretaris Umum Jadi Pane, S.Pd sedang memimpin Diskusi PIKI mengenai HUT Kota Medan ke 427 di kantor DPD PIKI Sumut
Medan (Pelita Batak) :
Kota Medan dengan usia yang ke-427 sudah seharusnya jadi 'role model' peradaban  (ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan keberagaman) dan "icon" Sumatera Utara.

Pemikiran itu dikemukakan oleh para pengurus DPD PIKI Sumatera Utara yang snagat concern dengan isu-isu pembangunan dan pemikiran yang sangat strategis dalam sebuah diskusi kecil mengenai HUT Kota Medan 427 di kantor DPD PIKI Sumut, Senin (3/07/2017).

Ketua DPD PIKI Sumut John Eron Lumbangaol, SE didampingi oleh para pengurus lainnya seperti Sekretaris Jadi Pane, S.Pd, Bemdahara Delphi Masdiana Ujung, SH, M.Si, Dr. Adollfina Elisabeth Koamesakh, M.Hum, Nurhawati Simamora, S. Sos, M.Si, Ir. Ronald naibaho, M.Si, Suzy Ferdinandus, Saur Sihaloho, Ir. Jannerson Girsang, Ir. Binsar Simbolon, Jarusdin Saragih, S. Sos, dr. Horas Rajagukguk, S.pB. FINACS, Ester Manurung, Ngiahken Ginting, SH, Lamsiang Sitompul, SH, MH, Jahartap Pasaribu, Turunan Gulo, Sp, MSP, Roy Simamora SH mengatakan, untuk bisa menjadi role model peradaban ada beberapa hal yang dilakukan.


Pertama, penataan tata ruang saatnya dilakukan dengan berpihak pada kepentingan umum. Mulai dari sarana olah raga untuk publik, sarana bermain untuk anak, ruang terbuka hijau. Untuk itu, Pemko Medan harus mampu menyediakan ini agar masyarakat secara psikologis bisa sehat jiwanya dan karakternya bisa terbangun. Pengelolaan tata ruang yang baik adalah jaminan untuk kesehatan psikologis masyarakat mengingat mobilisasiwarga Kota Medan sangat tinggi.

Kedua, untuk mengatasi kemacetan Kota Medan mengingat pertumbuhan penduduk dengan ruang sangat tidak sebanding, sudah saatnya transportasi massal (publik) yang bagus dikembangkan. Saat ini tingkat kemacetan Kota Medan sangat tinggi. Jika tidak diantisipasi mulai sekarang mungkin akan semakin parah kedepan. Untuk itu, jika kualitas moda transportasi itu bagus maka warga akan naik bus untuk melakukan aktivitas.

Ketiga, penataan reklame saatnya dilakukan dengan baik agar Kota Medan tidak berubah menjadi hutan reklame. Saat ini banyak reklame yang membuat estetika Kota makin rusak. Sementara reklame itu tidak signifikan dengan PAD Kota Medan. Saatnya reklame itu ditata dengan baik.
   
Keempat, Saatnya Pemko Medan melakukan evaluasi banjir sebagai penyakit laten Kota Medan. Kalau hujan deras hanya satu jam saja Kota Medan akan banjir. Banjir adalah layanan Kota Medan. Bagaimana mengatasi banjir ini perlu jadi renungan khusus bagi Pemko Kota Medan. Banjir sangat mengganggu warga dari banyak sisi. Mulai dari kerugian ekonomi sampai berbagai penyakit lainnya. Bahkan mobilitas warganya bisa saja berhenti karena banjir ini. Jangan sampai Kota Medan mendapat predikat sebagai kota banjir.

Kelima, Pemanfaatan teknologi informasi (digitalisasi pemerintahan) pada semua aspek pemerintah. Pemko Medan harus mengarah pada pemerintahan digital. Layanan publik berbasis IT sudah menjadi paradigma saat ini. Kemajuan teknologi nformasi harus benar-benar dimanfaatkan sebagai peluang (entrypoint). Kemajuan teknologi informasi saatnya dikelola meningkatkan efisiensi, efektivitas bagi organisasi. Dengan demikian akan muncul kemudahan layanan bagi masyarakat. Kualitas layananpun akan semakin baik dan ini bisa mencegah segala bentuk penyimpangan.

Keenam, evaluasi menyeluruh mengenai pembenahan infrastruktur saatnya dilakukan dengan baik agar bisa mendukung aktivitas warga Kota Medan. Pemikiran ini dikemukakan oleh DPD PIKI Sumut untuk Pemko Medan sebagai wujud kepedulian PIKI pada pembangunan Kota Medan yang telah berusia 427 tahun sehingga bisa jadi role model peradaban di Sumut dan negara ini. (TAp|ril)

Komentar
Berita Terkini