Besok Hasil Lomba Kebersihan Antar Desa Pinggiran Danau Toba Diumumkan

Administrator Administrator
Besok Hasil Lomba Kebersihan Antar Desa Pinggiran Danau Toba Diumumkan
tap|pelitabatak

Balige (Pelita Batak) :

Panitia Lomba Kebersihan dan Keindahan antar Desa pinggiran Danau Toba telah merampungkan hasil penilaian di 214 desa yang ada di bibir pantai Danau Toba sejak Mei 2016-Agustus 2017. Pengumuman hasil penilaian akan dilaksanakan di Pantai Landai Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Selasa (29/8/2017).

Pengumuman pemenang akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut Dr Nurhajizah Marpaung, Bupati Toba Samosir, Bupati Taput, Bupati Humbahas, Bupati Dairi, Bupati Simalungun dan Bupati Karo. Bahkan para pimpinan SKPD provinsi dan Kabupaten akan turut hadir.

Dikatakan  Ketua Umum Panitia Lomba, Jadi Pane, S.Pd didampingi Sekretaris Hottua Samosir, M.Si ditemui saat melakukan persiapan di lokasi pengumuman bahwa penilaian telah berlangsung selama setahun terakhir.

"Sebagai upaya untuk mendorong desa-desa di bibir pantai Danau Toba dilakukan pengumuman hasil penilaian pertama pada April 2017 yang lalu dan dipusatkan di Desa Ambarita, Kecamatan Tuktuk Siadong, Damosir," katanya.

Setelah pengumuman tahap pertama, meski belum berdampak signifikan, ada upaya perbaikan yang dilakukan desa-desa yang ada di pinggiran Danau Toba. 

"Kita melihat positif, desa yang belum masuk kategori pada tahap pertama justru kini sudah berbenah. Dan ini harapan kita dari panitia," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Jadi Pane, saat ini pemerintah pusat menaruh perhatian khusus terhadap kawasan ini dengan didukung kebijakan-kebijakan konkrit. Untuk itu, sebagai warga Sumatera Utara, panitia merasa terbeban untuk terlibat dalam upaya pembangunan kawasan wisata danau Toba. Diaebutkanya, panitia terbentuk berkat inisiasi dan dorongan dari RE Foundation, Universitas Tapanuli Utara, Persatuan Wartawan Indonesia Sumut, Radio Republik Indonesia, LiteFM, Kardopa Group, media online Pelita Batak, Yayasan Surya Kebenaran Internasional, Horas Halak Hita (H3), Bank Sumut, PT Inalum, dan donateur yang tidak mengikat sifatnya.

Harapannya, dengan adanya lomba ini menjadi awal kesadaran masyarakat di pinggiran Danau Toba akan pentingnya kebersihan dan keindahan untuk menunjang dunia pariwisata.

Seorang warga, J Simanjuntak, juga sependapat dengan panitia lomba. Selain kebersihan dan keindahan, kiranya masyarakat di kawasan Danau Toba bisa saling mendukung dengan menanamkan keramahan dan sopan santun.

"Termasuk pemberian sambutan kepada wisatawan. Khususnya para pedagang, agar tidak membuat pembeli jera dengan sekali berkunjung saja," ujarnya di temui di kawasan Bandara Silangit di Siborong-borong.

Simanjuntak juga mengatkan bahwa saat inj pariwisata Bali jauh unggul dari Danau Toba, karena  beberapa faktor tersebut. Jadi, dia mengajak seluruh warga yang ada di kawasan wisata Danau Toba agar sama-sama saling mendukung. "Ini adalah masa depan kita, anak cucuk kita. Bahkan impian kita bersama, bisa sejahtera hingga di masa mendatang," ujar pemilik RM Evi di kawasan Bandara Silangit itu. (TAp)

Komentar
Berita Terkini