Besihkan Keramba dan Tambah 2 Kapal Pesiar di Danau Toba

Administrator Administrator
Besihkan Keramba dan Tambah 2 Kapal Pesiar di Danau Toba
ist|Pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Dalam paparannya ini, Menko Luhut B Pandjaitan  mengungkapkan rencananya untuk memanfaatkan pagelaran besar Annual Meeting IMF-WB 2018 di Bali, untuk menarik turis manca negara untuk datang ke Danau Toba. Untuk memfasilitasi kedatangan kapal pesiar dari Bali, fasilitasnya sedang dipersiapkan di Balige, Toba Samosir.


"Kemudian kita akan tambah 2 kapal pesiar dalam rangka Annual Meeting IMF-WB 2018, saat ini sudah mulai dikerjakan galangan kapalnya di Balige. Jadi kita berharap itu semua bisa selesai tahun depan," ungkapnya ketika memimpin rapat di kantor BOPDT di Medan, Jumat (6/10/2017). Juga hadir Wagub Nurhajizah Marpaung, Dr RE Nainggolan MM, Binasar Situmorang, Kepala Dinas Pehubungan Prov Sumut Anthony Siahaan, Immanuel Panggaben, Afifuddin Lubis, dan sejumlah tokoh dan pengusaha lainnya.


Menko Luhut juga membahas mengenai penataan keramba di Danau Toba yang akan dilaksanakan secara obyektif. Untuk itu, kebijakan pemerintah akan dirancang berdasarkan studi dari World Bank mengenai kapasitas Danau Toba dalam menampung keramba.


"Itu kita masih tunggu studi dari World Bank. Jadi kalau studi itu sudah selesai, kita mau lihat berapa banyak keramba boleh hidup di sana, sesuai daya tampung Danau Toba, di mana saja itu di bangun. Nanti kita tuangkan dalam perda."


Menko Luhut memaparkan pentingnya penataan keramba adalah untuk menghindari pencemaran air, demi menjamin kesehatan masyarakat. "Kalau tidak kita tuntasin itu, itu menyangkut lingkungan, menyangkut anak cucu kita. Kalau ikan (yang ditangkap dari Danau Toba) itu tidak sehat, (kemudian) di makan (manusia), itu juga bisa menimbulkan masalah (kesehatan)," pungkasnya.(*)

Komentar
Berita Terkini