Barang Langka, Harga Gas 3 Kg Melambung di Padangsidimpuan

Administrator Administrator
Barang Langka, Harga Gas 3 Kg Melambung di Padangsidimpuan
Saut Ritonga
Elpiji 3 Kg langka

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :  Sejak memasuki hari raya Idul Fitri, kelangkaan Gas 3 Kg di Padangsimpuan sudah mulai langka dan bila pun ada harganya  melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Banyak pedagang eceran tidak lagi mendapatkan pasokan untuk melayani konsumen warga yang umumnya menggunakan tabung gas isi 3 kg ini.

"Saya sudah keliling mencari gas 3 kg baru saya temukan setelah menyisir puluhan kios pengecer di sejumlah kelurahan  yang dilalui," ujar Jamil Gultom (40)  pemilik Warung kopi disekitar kantor pos kota padangsidimpuan, Rabu 28 Juni 2017.

Dikatakannya, hampir di setiap warung yang biasa tersedia mengalami kekosongan dan bila pun ada harganya di atas harga yang ditetapkan oleh Gubernur Sumut Nomor 188.44/122KPTS/2015 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petrolium Gas Tabung 3 kg di Sumut dimana untuk harga agen Rp 14.000 dan pangkalan Rp 16.000 per tabung.

Salah satu pedagang warung nasi di daerah yang sama   Fatimah ( 43) mengakui kelangkaan gas 3 kg sudah dua minggu ini terjadi. "Kadang-datang, kadang tidak," katanya.

Hal yang sama juga yang di sampaikan ibu Murni yang mencoba mencari gas 3 kg di sejumlah kios yang dikunjunginya. "Saya sudah berjalan sepanjang kurang lebih 20 km dengan mengenderai kereta motor namun para kios yang biasa menjual gas selalu bilang lagi kosong," katanya.

Usaha ibu rumah tangga ini tidak berhenti sampai di situ saja diapun terus berburu tabung gas 3 kg sampai dapat,  karena sangat diperlukannya memasak di pagi hari karena saudaranya  banyak datang dari pulau Jawa untuk berlebaran.

Usahanya, tidak sia-sia,  tabung gas 3 kg akhirnya ia dapatkan di kelurahan Sitamiang Baru , Kecamatan Padangsdimpuan selatan  atau sekitar 25 km dari rumahnya.

Harga tabung has 3 kg sendiri dibandrol antara Rp 25.000 -Rp 27.000/kg atau melampau harga yang ditetapkan pemerintah Rp 16.000/kg.

Sementara itu di SPBU Manunggang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, biasanya banyak menjual gas ukuran 12 kg dan gas 3 kg. Namun setelah ditelusuri para karyawan mengatakan pasokan gas 3 kg kosong. Yang ada dan banyak tersedia di pangkalannya itu 12 kg.

"Yang tabung gas 3 kg ngak ada yang banyak itu tabung 12 kg," kata salah satu karyawan yang tak mau disebut namannya.

Menurut pedagang, kosongnya ketersediaan stok elpiji bersubsidi itu dikarenakan adanya pengurangan pasokan. "Kami juga tidak tahu pasti, tapi dari pangkalan katanya ada pengurangan jatah," jelas mereka.

Parahnya lagi, mereka tidak tahu pasti sampai kapan kekosongan dan kekurangan elpiji tersebut terjadi.

"Kapan masuk dan ada barang, kami tidak bisa tahu, soalnya dari yang biasa mengantar juga tidak memberi tahu," terang pedagang dan akibatnya kelimpungan melayani pembeli yang datang.

Dari hasil penelusuran, harga elpiji ukuran 3 kilogram yang biasa dijual pedagang ke warga berkisar Rp 18.000 hingga Rp 20.000/tabung.

Namun, akibat kurangnya pasokan hingga menyebabkan kelangkaan sehingga terpaksa harus dijual dengan Rp 25.000 hingga Rp 27.000 / tabung.(Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini