Badan Kerjasama Antar Gereja Sepakat Perangi Narkotika di Siantar

Administrator Administrator
Badan Kerjasama Antar Gereja Sepakat Perangi Narkotika di Siantar
ist|Pelitabatak
Panitia KKR

Siantar (Pelita Batak):

Maraknya peredaran narkotika di Kota Pematangsiantar dan Simalungun menyita perhatian publik. Kehadiran gereja tentunya memiliki tugas dan tanggungjawab untuk memeranginya.

Oleh karena itu, pengurus Badan Kerjasama Antar Gereja Sumatera Utara (BKAG SU) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatra Uara sepakat untuk melaksanakan pembentukan panitia pelaksanaan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) guna mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Dalam KKR ini akan diadakan kampaye sadar bahaya narkoba dan deklarasi kebulatan tekad umat menghentikan bahaya penyelahgunaan narkotika di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Kegiatan ini direncanakan terlaksana tanggal 28 Oktober 2017 mendatang di Gedung Rajawali STT Renatus, Jalan Asahan KM 4, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Penetapan panitia ini merupakan sosialisasi sekaligus untuk membagi tugas-tugas bagi masing-masing. Mereka mendapat pematangan kegiatan yang telah dirancang.

Untuk acara KKR dan sosialisasi bahaya narkoba ini diperhitungkan akan diikuti sekitar 3.000 orang, yang berasal dari berbagai denominasi gereja dan pelajar, serta mahasiswa STT HKBP, USI, Efarina, STT Renatus, HKBP Nommensen.

Hadir dalam kesempatan itu adalah Bunthora Situmorang memberikan kesaksisan hidupnya dan kesaksian puji-pujian dari Pdt Jack Marpaung. 

"Sesuai data kita dapatkan dari BNN, Kota Siantar merupakan daerah nomor tingkat ketiga peredaran narkotika terbesar di SUMUT Itu sebabnya BKAG menyelenggarakan KKR ini. Kegiatan yang sama juga akan digelar di Sidingkalang dan Kota Medan," kata salah seorang panitia, St Raja Hasoge Timbul Panjaitan SPd MPd, Minggu (15/10).

Untuk mensukseskan KKR ini, panitia meminta dukungan dari masing-masing gereja agar mendoakan dan mewartakannya kepada jemaat gereja. Dengan adanya kegiatan ini, panitia berharap peran gereja semakin ditingkatkan untuk ikut memerangi penyalahgunaan narkotika dan tindak kejahatan lainnya. Caranya bisa dari berbagai hal tetapi salah satunya adalah KKR.

"Dukung dan hadirilah KKR dan deklarasi umat anti narkoba Siantar-Simalungun, Sabtu tanggal 28 Oktober 2017 mulai pukul 13.30  WIB-17.00 WIB. Pengkotbah dilayani Pdt Eugene Yo dari Singapore- Gosfel Light For Indonesia (GLFI)," terangnya.

Dijelaskan, gereja adalah salah satu organisasi yang memiliki peranan membentuk karakter manusia. Seiring dengan perkembangan zaman yang disalah artikan sejumlah masyarakat, maka gereja harus berinovasi memerangi tindakan-tindakan yang tidak benar, apalagi hal itu bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan di Indonesia.

"BKAG bertekad dan berkomitmen melawan narkotika. Cukup miris kita melihat kondisi sekarang ini, narkotika masuk kepada semua kalangan. Bahkan, gereja harus aktif memberikan dorongan kepada para orangtua untuk memberikan pengawasan kepada anak-anak mereka supaya tidak sembarangan mengkonsumsi makanan apalagi pemberian orang yang belum dikenal," ucapnya.

Hadir dalam rapat itu sebagai perwakilan dari gereja-gereja adalah Ketua BKAG  Siantar, Pdt Tenden Simanjuntak STh, Wakil ketua BKAG Simalungun Pdt M Siregar MTh, Pikev Pastor Michael Manurung, Preses HKI Pdt Jamtwonight Sipahutar STh, mantan Bishop HKIP Pdt Bangun Harianja, GKJW Pdt Jenny Daely,  GPIB Pnt Dra Rupina Aruan MA MTh, Kepala Bimas Kristen Protestan Kota Siantar, Dr Arnot Napitupulu, MPdk, PWKI Margareta Toratte, mewakili Persekutuan Guru Sekolah Minggu Dra Ernita Purba, mewaliki pemuda HKBP Pebruari Anto Hutabarat, mewakili Ephorus GPDI Pdt Kartono Pasaribu, mewakili GKI Sumut Pdt Friman Hutapea, mewakili Gereja Mission Batak Pdt Firdaus Sipayung STh Turut juga hadir mahasiswa Renatus dan mahasiswa Universitas Simalungun.(RHP)

Komentar
Berita Terkini