Asmadi Lubis : Penolakan Pendeta Pada Jadwal Karnaval Pesona Danau Toba Merupakan 'Peringatan' Keras Terhadap Bupati

Administrator Administrator
Asmadi Lubis :  Penolakan Pendeta Pada Jadwal Karnaval Pesona Danau Toba Merupakan 'Peringatan' Keras Terhadap Bupati
Freddy Hutasoit
Asmadi Lubis

Balige(Pelita Batak): Penolakan jadwal Karnaval Pesona Danau Toba yang telah di tentukan oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir pada Minggu 10 September 2017 oleh Pendeta HKBP Distrik IV TOBA merupakan reaksi keras terhadap Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian. Sebab Bupati dinilai tidak memiliki sikap Koordinasi dengan berbagai unsur, baik itu dari tokoh agama dalam penentuan jadwal kegiatan.

"Ini merupakan reaksi keras terhadap Bupati atas penolakan Pendeta HKBP Distrik IV TOBA dalam penentuan jadwal Karnaval tanpa ada sikap koordinasi terhadap berbagai elemen masyarakat terutama pada tokoh agama. Akibat sikap tersebut,Darwin Siagian telah tercoreng namanya,sebab mengambil kesimpulan tanpa ada sifat koordinasi dalam penentuan jadwal kegiatan. Apakah ini namanya untuk memajukan wisata tanpa ada sifat kerja sama?" kata Wakil Ketua DPRD Tobasa Asmadi Lubis kepada Pelita Batak,Rabu 6 September 2017.

Masyarakat saat ini telah antipati atas kebijakan yang disampaikan Bupati. Sebab masyarakat dalam hal ini tidak dilibatkan dalam menentukan jadwal Karnaval Pesona Danau Toba. Terjadi pengunduran jadwal dari awal, padahal persiapan pada jadwal sebelumnya telah menghabiskan biaya yang cukup banyak. Namun hasilnya jadi tertunda,dan diundur menjadi  Minggu 10 September 2017.Padahal cetakan baliho dan spanduk telah terlaksana dengan jadwal yang sudah di tentukan sebelumnya.

Langkah Preses HKBP Distrik IV TOBA ini sudah sangat luar biasa. Sebab dapat menegur Pemerintah ketika kebijakannya salah,dan ini merupakan repormis yang disampaikan oleh pendeta kepada Pemerintah atas tidak adanya sifat Kkoordinasi.

Sebenarnya, apabila Bupati memiliki sikap untuk memperbaiki,tentu Bupati harus mengundang tokoh-tokoh maupun itu tokoh agama untuk membicarakan situasi ini,serta menjelaskan apa yang terjadi pada pemberian jadwal Karnaval. "Tanpa ada sikap Koordinasi sebelumnya,apakah dapat dirubah waktunya atau harus dilaksanakan pada Minggu 10 September 2017, di sinilah dibahas dengan baik," ujar Asmadi Lubis.

Tanggapan senada disampaikan Jona Panjaitan warga Tobasa. "Bupati haruslah mengundang tokoh-tokoh sebelum mengambil keputusan jadwal kegiatan. Bupati harus menghargai pendapat para tokoh-tokoh. Kordinasi itu sangatlah penting untuk jiwa membangun,sebab adanya pembangunan karena ada sifat kerja sama," ucapnya.

Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian, belum bisa dikonfirmasi melalui selulernya, mengenai reaksi keras Pendeta HKBP Distrik IV atas penolakan jadwal yang sudah di tetapkan pada Minggu 10 September 2017.(FH)

Komentar
Berita Terkini