Anaknya Sakit Menahun, Keluarga Siringoringo dari Tarabintang Butuh Bantuan

Administrator Administrator
Anaknya Sakit Menahun, Keluarga Siringoringo dari Tarabintang Butuh Bantuan
Abed Ritonga
Sakit menahun tanpa pengobatan memadai
Tarabintang, Humbanghasundutan (Pelita Batak): Akibat terbeban biaya yang besar untuk berobat, Jawaris Siringorongo dan istrinya Tiodor Tumanggor terpaksa harus pasrah membiarkan penyakit yang di derita anaknya bertahun-tahun ini tanpa pengobatan. Miris dan terharu memang nasib bapak tujuh anak ini, disamping ia harus kerja setiap hari untuk mencukupi kebutuhan keluarganya Ia juga sesekali harus kerja upahan ke ladang orang lain supaya bisa membutuhi kehidupan rumah tangganya. Tinggal di pedusunan Situmeang Desa Sihas Toruan Kecamatan Tarabintang Kabupaten Humbanghasundutan di tempat inilah ia harus memikul beban berat yang di embanya bersama keluarganya. Menurut cerita Jawaris, yang paling membuatnya terbeban sampai saat ini adalah ketika melihat nasib anaknya menderita penyakit sejak lahir dan tak kunjung sembuh. Ini membuatnya sedih sampai karena belum tahu apa sebenarnya sakit yang dialami anaknya. "Anak kami sudah lama mengalami penyakit ini, pada alat kelaminya ada bengkakan besar yang membuat kami bingung semakin hari bengkakan itu yang berupa benjolan pada sudut bawah kelamin anak kami semakin hari nampak semakin besar," ujarnya sedih. Dia mengaku memang pernah pihak BPJS Kesehatan menawarkan untuk masuk melalui program ini. Akibat biaya yang tidak akan pernah bisa dipenuhi karena keuangan tidak ada, ia terpaksa mengurungkan niatnya. "Gimana kami mau bisa masuk pak, jangankan iurannya uang masuk saja pun kami tak punya pak. Kami sulit keuangan, untuk membeli keperluan keluarga sehari-hari saja sudah syukur," katanya. Jawaris menambahkan, awalnya mereka tinggal di gubuk kecil yang tidak layak huni hingga orang tuanya mengajak untuk tinggal di rumah bersama, karena tidak sanggup melihat penderitaanya baik ekonomi dan apalagi penyakit yang di derita cucunya tersebut. Dia berharap pemerintah memperhatikan nasibnya apalagi nasib yang diderita anaknya. "Kami hanya meminta pertolongan Tuhan aja pak, semoga ada keajaiban, baik dari pemerintah dan orang orang yang berbaik hati yang mau membantu kami 'sian ias nirohana dituktuhi Tuhan mangurupi (lewat ketulusan hati-red). Untuk menyembuhkan anak kami ini khususnya karena biayanya sangat besar mungkin kalau dibawa ke dokter dalam penyembuhan anak kami," katanya.(Abed R)
Komentar
Berita Terkini