Anak Rantau Kecewa, Komisi B DPRD Humbahas Akan Turun Tinjau Proyek Embung di Desa Hutagurgur

Administrator Administrator
Anak Rantau  Kecewa,  Komisi B DPRD Humbahas Akan Turun Tinjau Proyek Embung di Desa Hutagurgur
Abed Ritonga
Saluran pintu air keluar yang masih digunakan. Tampak hanya polesan

Doloksanggul, Humbanghasundutan(Pelita Batak): Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara II Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA SUMATERA II dalam kegiatan Pemeliharaan Embung Hatoropan yang menelan biaya fantastis Rp 1.983.047.000 (Unit Price) kembali menuai kritik berbagai kalangan.

Pekerjaan yang berlokasi di Desa Hutagurgur Kecamatan Doloksanggul yang dikerjakan oleh CV DORMAULI seperti yang tertera dalam papan proyek ini sebelumnya disoal oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM ) di  Humbanghasundutan.

Kepada pelitabatak.com, salah satu Ketua LSM Humbanghasundutan Sorrot Matondang sekaligus warga sekitar mengaku bahwa titik pada proyek dimaksud terlihat jelas tambal sulam yang dikerjakan di embung dimaksud.

"Proyek bangunan ini  akan segera kita laporkan  ke pihak yang berwajib karena dinilai banyak kejanggalan dalam pengerjaanya termasuk tambal sulam (menindih bangunan lama) di beberapa tidik strategis yang seharusnya dibongkar karena diduga tidak layak lagi digunakan sebab sebelumnya bangunan ini sudah puluhan tahun digunakan  warga sekitar. Karna saya juga masyarakat di sini, saya tahu betul bangunan lama ini seperti apa, dan saya menduga kuat kalau embung ini di rehab hanya  bentuk polesan saja dan hanya tambahan bangunan sedikit  dan tidak sesuai dengan harapan.  Bisa dikatakan kalau bangunan yang lama  hampir 40 persen lebihlah digunakan ini namun ditambal , dan selebihnya baru masuk rehap di beberapa titik Padahal anggaran sebesar ini harusnya minimal rehabnya bisalah sampai 60 persen atau 70 persen ini  malah kebalik akibat ini yang dirugikam tetap nantinya kami masyarakat sekitar," ucapnya

Senada disampaikan oleh pemerhati pembangunan Humbanghasundutan Erikson Simbolon menduga pekerjaan itu pasti tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dilaksanakan, dan diharapkan kepada BPK Provinsi agar segera melakukan audit nantinya jika sudah selesai dikerjakan.

"Kita sebagai masyarakat masyarakat Humbanghasundutan memohon agar pekerjaannya di tinjau ulang sesuai dengan spek pekerjaan dan kami sekali lagi mengharapkan agar proyek ini jangan hanya asal jadi dikerjakan atau hanya pelengkap dalam pos anggaran namun biar masyarakat bisa menggunakanya dengan baik dan bertahan lama nantinya. Kami curiga, jangan-jangan ada permainan dalam pengerjaan ini, kami akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenan guna diusut sampai tuntas," ucapnya.

Sementara Itu, Komisi B DPRD Humbanghasundutan Parulian Simamora kepada pelitabatak.com Selasa 25 Juli 2017 mengaku kalau informasi ini sudah ia ketahui sebelumnya dan jangka dekat bersama Komisi B akan terjun langsung ke lokasi guna memeriksa yang sebenarnya di lapangan.

"Ya, kalau benar ada tambal sulamnya itu harus dibongkar itu. kami sudah sepakat akan turun ke lokasi memastikan hal ini dan kalau benar itu juga nantinya kami akan minta Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (BPK SUMUT) memeriksanya," kata Parulian Simamora.

Tanggapan yang sama datang dari anak rantau Desa Hutagurgur sekaligus Ketua Pomparan Sondibaragas Simanullang, Ramson Simanullang mengaku sangat kecewa setelah mengetahui hal ini. Perantau yang tinggal di Jakarta ini menjelaskan agar pihak pelaksana proyek mengerjakan bangunan ini sesuai dengan bestek karena bangunan itu sangat bermanfaat khsusnya masyarakat desa Hutagurgur dan sekitarnya.  Mengingat selama ini sudah 15 tahun bangunan itu selalu bocor dan jangan dikerjakan asal asalan, dimana selama ini embung (Tambok Hatoropan sebagai resevoar untuk mengairi persawahan dan juga untuk kepentingan sehari hari masyarakat Hutagurgur.

"Saya sudah sampaikan kepada pihak PPTK-nya di Medan setelah mengetahui ini agar kembali di tinjau ulang pengerjaannya dan mereka katanya jangka dekat ini akan turun juga ke lokasi dan kepa Desa Hutagurgur juga sudah saya telepon akan informasi tersebut dan membenarkan hal itu saya bilang agar jangan menerima hasil pekerjaan tersebut kalau hanya asal jadi di kerjakan," tandasnya.

Hal ini dibenarkan oleh Posma Samosir yang bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara II mengetahui kalau Ramson Simanullang sudah langsung menghubungi PPTK dan Satker pekerjaan dimaksud dan jangka dekat akan turun ke lokasi.(Abed Ritonga)

Komentar
Berita Terkini