Proyek Jalur Bus Listrik di Medan Masuki Tahap Transformasi Transportasi dan Tata Kota

Administrator Administrator
Proyek Jalur Bus Listrik di Medan Masuki Tahap Transformasi Transportasi dan Tata Kota
Int | Pelita Batak
Proyek Jalur Bus Listrik di Medan Masuki Tahap Transformasi Transportasi dan Tata Kota

Medan (Pelita Batak):

Pembangunan sistem Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang berbasis bus listrik di Kota Medan terus berjalan sebagai bagian dari program transportasi massal modern yang melibatkan Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang. Proyek yang didukung Kementerian Perhubungan dan Bank Dunia tersebut menjadikan Medan sebagai kota percontohan pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia.

Program dan Target Pengembangan

Trans Mebidang dirancang menjadi sistem angkutan massal berbasis bus listrik dengan total investasi sekitar US$224 juta. Tahap awal telah menghadirkan 60 armada bus listrik yang melayani lima koridor sepanjang 176,5 kilometer. Pada 2027, sistem ini ditargetkan berkembang menjadi 17 koridor dengan 515 armada dan 32 halte utama yang menghubungkan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan kebutuhan armada masih cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 60 bus yang beroperasi, sementara kebutuhan ideal mencapai 243 unit, sehingga penambahan armada akan dilakukan secara bertahap. Pemko Medan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan kepolisian untuk mengantisipasi dampak pembangunan terhadap lalu lintas.

Realisasi di Lapangan

Bus listrik saat ini telah melayani lima koridor utama, yaitu:

Terminal Amplas ??" Pinang Baris;

J City ??" Plaza Medan Fair;

Belawan ??" Lapangan Merdeka;

Pasar Induk Lau Cih ??" Lapangan Merdeka;

Bandar Khalipah ??" Lapangan Merdeka.

Koridor-koridor tersebut menghubungkan pusat permukiman dengan kawasan bisnis dan pusat kota sehingga menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Pembangunan infrastruktur BRT meliputi jalur khusus, halte, depo, serta sistem teknologi pendukung. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan BRT Mebidang dapat beroperasi penuh menggunakan armada bus listrik dalam beberapa tahun mendatang.

Dampak terhadap Tata Kota

Pembangunan jalur BRT diproyeksikan membawa perubahan besar terhadap tata kota Medan. Sistem transportasi berbasis koridor diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan, serta mendorong perkembangan kawasan berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD).

Selain itu, Pemko Medan merencanakan penghijauan kota dengan penanaman sekitar 61 ribu pohon setelah proyek BRT selesai pada 2027 sebagai upaya memperkuat konsep kota hijau dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Keluhan Selama Masa Konstruksi

Di sisi lain, proses pembangunan jalur BRT juga menimbulkan sejumlah dampak sementara. Sejumlah ruas jalan utama mengalami kemacetan, genangan air, dan gangguan lalu lintas akibat pengerjaan infrastruktur. Warga meminta pemerintah lebih aktif melakukan pengaturan lalu lintas dan mitigasi dampak selama proyek berlangsung.

Secara keseluruhan, proyek bus listrik Trans Mebidang dipandang sebagai langkah menuju modernisasi transportasi dan penataan kota Medan yang lebih ramah lingkungan. Namun keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh konsistensi pembangunan, integrasi antarmoda, serta kemampuan pemerintah mengelola dampak sosial dan lalu lintas selama masa transisi.(*)

Komentar
Berita Terkini