Medan (Pelita Batak):
Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera Utara-Aceh, Dr. RE Nainggolan, MM, menegaskan bahwa pendidikan Kristen tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi harus menjadi sarana utama membentuk generasi muda yang memiliki karakter Kristiani, integritas, dan kualitas kehidupan yang baik.
Pesan tersebut disampaikan RE Nainggolan saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Sumatera Utara-Aceh di Aula Kantor Distrik X HKBP Medan-Aceh, Jumat (6/11/2026). Adapun tema pelaksanaan Rakerwil ini adalah "Fructus In Altum" atau diartikan Transformasi Sekolah Kristen.


Menurut RE Nainggolan, terdapat dua fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh pengurus MPKW, yayasan, dan sekolah-sekolah Kristen.
"Pertama, bagaimana meningkatkan intelektualitas para siswa sekolah Kristen. Tetapi yang kedua, dan lebih utama, adalah bagaimana meningkatkan karakter Kristiani anak-anak sekolah Kristen," tegasnya.
Ia menjelaskan, kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan. Sekolah Kristen harus mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi sekaligus memiliki iman, moralitas, integritas, dan karakter yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani.
RE Nainggolan mengingatkan bahwa pendidikan yang dilaksanakan hari ini sesungguhnya sedang mempersiapkan generasi yang akan menentukan masa depan 20 hingga 30 tahun mendatang.
Karena itu, ia mengajak seluruh yayasan dan pengelola sekolah Kristen untuk kembali kepada cita-cita dasar pendidikan Kristen, yakni membangun manusia seutuhnya, baik dari sisi intelektualitas maupun karakter dan buah-buah kehidupan Kristiani.
Kualitas Generasi Lebih Penting daripada Jumlah
Dalam sambutannya, RE Nainggolan juga menyinggung tantangan demografi dan perubahan proporsi penduduk berdasarkan agama di Indonesia.
Ia menyampaikan gambaran kemungkinan semakin kecilnya proporsi umat Kristen pada masa mendatang. Bahkan, ia mengemukakan ilustrasi bahwa dalam 20 tahun ke depan jumlah tersebut bisa saja berada pada kisaran dua hingga tiga persen.
Namun, menurutnya, tantangan tersebut harus dijawab dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan semata-mata memperhitungkan jumlah.
"Yang paling utama adalah bagaimana kita memiliki intelektualitas dan karakter. Sehingga walaupun jumlah kita sedikit, tetapi memiliki kualitas, talenta, dan karakter yang baik serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara," menjadi pesan yang ditekankan RE Nainggolan.
Ia berharap sekolah-sekolah Kristen dapat melahirkan generasi yang tidak hanya berhasil dalam pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa pengaruh positif bagi keluarga, masyarakat, gereja, dan bangsa.
Perkuat Organisasi dan Perluas Jaringan Pelayanan
Pada kesempatan tersebut, RE Nainggolan juga memaparkan perkembangan organisasi Majelis Pendidikan Kristen yang telah hadir di 23 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, jaringan organisasi tersebut merupakan modal penting untuk memperkuat koordinasi dan pengembangan pendidikan Kristen secara nasional.
Khusus MPKW Sumatera Utara-Aceh, penguatan organisasi dilakukan melalui pembentukan Koordinator Daerah (Korda) untuk menjangkau kebutuhan pelayanan pendidikan di berbagai wilayah.
Ia menyebutkan Korda Nias dan Korda Aceh telah memperoleh pengesahan serta legalitas organisasi. Korda Nias dipimpin Mayor Jenderal Christian Kipua dengan Bapak Ohei sebagai sekretaris. Sementara Korda Aceh dipimpin Bapak Ahmad, yang juga merupakan anggota DPRD Aceh.
RE Nainggolan berharap keberadaan Korda dapat memperkuat komunikasi, koordinasi, dan pendampingan terhadap yayasan serta sekolah-sekolah Kristen di daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa Rakerwil II menjadi bagian dari tindak lanjut Rapat Kerja Nasional MPK Indonesia yang dilaksanakan pada 15 Oktober 2026. Melalui Rakerwil ini, program kerja wilayah diharapkan dapat diselaraskan dengan arah kebijakan MPK Indonesia, termasuk penyusunan program dan anggaran tahun 2027.
Apresiasi Dukungan Pemerintah
RE Nainggolan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan pendidikan Kristen.
Ia berharap hubungan dan kerja sama antara MPKW, pemerintah, gereja, yayasan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga berbagai persoalan yang dihadapi sekolah-sekolah Kristen dapat dicarikan solusi bersama.
Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh mengusung tema Fructus In Altum atau transformasi sekolah Kristen. Forum ini diharapkan menghasilkan program kerja yang inovatif, realistis, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan Kristen di Sumatera Utara dan Aceh.
Rakerwil II dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Penasihat MPKW Sumut-Aceh Pdt. R. Bambang Jonan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, Kepala BPSDM Sumut Dr. Agustinus Panjaitan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Terang Dewi Susantri Ujung, unsur Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut, Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt. Suwandi Sinambela, jajaran pengurus MPKW, pengurus yayasan pendidikan Kristen, serta undangan lainnya.(*)