Medan (Pelita Batak):
Kodam I/Bukit Barisan melalui Mapaldam I/BB mulai mematangkan rencana pembinaan cabang olahraga (cabor) tinju di Sumatera Utara, baik bagi kalangan TNI maupun non-TNI. Untuk mewujudkan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, Kodam I/BB membuka peluang kerja sama dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) sebagai induk organisasi resmi pembinaan tinju amatir di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Musyawarah Rencana Pembinaan Tinju Kodam I/BB yang berlangsung di Mapaldam I/BB, Selasa (3/11/2026).
Rapat dipimpin Kapaldam I/BB Kolonel Cpl Haris Waskito, SE, didampingi Wakapaldam Letkol Cpl Nyoman Suranto, ST, serta jajaran Mapaldam I/BB.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pengprov Pertina Sumatera Utara Sabam P. Manalu, SE., MAP, bersama Sekretaris Sahat H. Nasution, Bendahara Ganda Putra Simbolon, Ketua Pengkot Pertina Medan Adol F. Rumaijuk, STP., MMA, Sekretaris Pertina Medan M. Iqbal A. Siregar, serta para pelatih tinju Nurmala, Nazaruddin Lubis, dan Dedi Swandana.
Dalam paparannya, Kolonel Haris Waskito menyampaikan pentingnya membangun sistem pembinaan tinju yang mampu menjangkau atlet dari lingkungan TNI maupun masyarakat umum.
Menurutnya, kerja sama dengan Pertina menjadi langkah strategis, mengingat organisasi tersebut merupakan wadah resmi pembinaan tinju amatir. Selain itu, Pertina diharapkan dapat memberikan informasi, pengalaman, serta literasi mengenai perkembangan dan sejarah tinju di Sumatera Utara.
Ia menilai Sumatera Utara memiliki rekam jejak dan sejarah positif dalam melahirkan atlet-atlet tinju berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak.
Atlet Berprestasi Berpeluang Menjadi Prajurit TNI
Hal menarik lainnya yang disampaikan Kapaldam I/BB adalah terbukanya peluang bagi atlet berprestasi untuk bergabung menjadi anggota TNI melalui jalur penerimaan yang mempertimbangkan prestasi olahraga.
Kolonel Haris mengharapkan agar atlet-atlet tinju yang telah mengukir prestasi dan mengharumkan nama daerah dapat segera mempersiapkan diri mengikuti tahapan seleksi penerimaan prajurit TNI.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa batas usia maksimal peserta seleksi yang dibicarakan mencapai 26 tahun. Dengan demikian, peluang ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para atlet tinju Sumatera Utara untuk memperoleh masa depan yang lebih baik melalui jalur prestasi.
Bagi Pertina Sumut, peluang tersebut menjadi momentum strategis untuk tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga ikut membuka jalan bagi masa depan dan karier atlet setelah menjalani pembinaan olahraga.
Sabam Manalu Apresiasi Gagasan Kodam I/BB
Ketua Pengprov Pertina Sumut Sabam P. Manalu, SE., MAP, menyampaikan apresiasi atas gagasan dan perhatian Kodam I/BB terhadap pengembangan olahraga tinju di Sumatera Utara.
Menurut Sabam, sinergi antara Kodam I/BB dan Pertina merupakan peluang besar untuk memperkuat ekosistem pembinaan tinju, sekaligus mengoptimalkan potensi atlet yang selama ini tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Ia mengungkapkan, saat ini Sumatera Utara memiliki lebih dari 30 pelatih tinju bersertifikat nasional. Potensi sumber daya manusia tersebut merupakan modal penting dalam membangun pembinaan atlet yang lebih profesional dan berkesinambungan.
Sabam juga memaparkan bahwa Pengprov Pertina Sumut saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 yang direncanakan berlangsung mulai 1 Desember mendatang.
Ajang tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang selanjutnya dipersiapkan menghadapi Pra-PON di Pekanbaru, Riau, pada akhir tahun 2027.
Selain agenda kompetisi, Pengprov Pertina Sumut juga terus menjalankan berbagai program pembinaan atlet, peningkatan kapasitas pelatih, serta penguatan organisasi Pertina hingga tingkat kabupaten dan kota.
Sinergi untuk Masa Depan Tinju Sumatera Utara
Pertemuan antara Kodam I/BB dan Pertina Sumut ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret dalam membangun prestasi tinju di Sumatera Utara.
Keterlibatan institusi TNI dalam pembinaan olahraga dinilai dapat memberikan nilai tambah, baik dari sisi kedisiplinan, pembentukan karakter, maupun pengembangan mental bertanding atlet.
Di sisi lain, Pertina memiliki pengalaman dan struktur organisasi serta sumber daya pelatih yang dapat mendukung pelaksanaan pembinaan secara teknis.
Sinergi kedua pihak diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program kerja bersama, pemetaan potensi atlet, pembinaan berjenjang, hingga peluang pengembangan karier atlet berprestasi.
Dengan demikian, Sumatera Utara tidak hanya mempertahankan tradisi sebagai salah satu daerah yang memiliki sejarah kuat dalam olahraga tinju Indonesia, tetapi juga mampu melahirkan generasi petinju baru yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Red)