Medan (Pelita Batak):
Musyawarah Besar (Mubes) XVI Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) Tahun 2026 resmi menetapkan Sairon Sinaga sebagai Ketua Umum PPTSB se-Dunia periode 2026-2031.
Sairon terpilih secara aklamasi dalam Mubes yang berlangsung selama empat hari, 29 Oktober hingga 1 November 2026, di Hotel Aryaduta Medan, Sumatera Utara.
Terpilihnya Sairon menandai dimulainya kepemimpinan baru organisasi kekerabatan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru untuk lima tahun mendatang.
Sebelumnya, Ketua Umum PPTSB periode 2022-2026, Ir. Edison Sinaga, menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri. Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
Susunan Pengurus Inti 2026-2031
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah media, susunan pengurus harian PPTSB periode 2026-2031 antara lain:
- Ketua Umum: Sairon Sinaga (Jakarta).
- Wakil Ketua Umum I: Radiapoh Sinaga, SE., MH (Batam).
- Wakil Ketua Umum II: Dra. Albertus Sinaga, M.Pd (Jambi).
- Wakil Ketua Umum III: Dr. Pontas Sinaga, MSc (Jakarta).
- Sekretaris Umum: Dr. Timbul Sinaga, M.SA (Medan).
- Wakil Sekretaris Umum I: Mangaranap M. Sinaga.
- Wakil Sekretaris Umum II: Maslen Sinaga.
- Wakil Sekretaris Umum III: Marollop Sinaga.
- Bendahara Umum: Pandapotan Sinaga (Jakarta).
- Wakil Bendahara Umum I: Martogi Situmorang.
- Wakil Bendahara Umum II: Kasmar Sinaga.
- Wakil Bendahara Umum III: Drs. Asbin Sinaga, B.Ac.
Kepengurusan juga dilengkapi sejumlah departemen, antara lain organisasi dan keanggotaan, politik hukum dan HAM, pemuda dan olahraga, perempuan dan anak, pendidikan dan tenaga kerja, pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup, informasi dan komunikasi, kerohanian dan sosial, serta sejarah, adat dan budaya.
Mangihut Sinaga Ingatkan Jangan Ada Perpecahan
Salah satu pesan penting dalam penutupan Mubes XVI disampaikan Dewan Pembina PPTSB, Mangihut Sinaga, SH., MH.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Mubes tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang ketua umum, tetapi juga dari kemampuan seluruh anggota mendukung kepemimpinan baru.
Menurutnya, seluruh perbedaan yang muncul selama proses musyawarah harus diakhiri setelah keputusan ditetapkan.
Ia meminta agar seluruh elemen organisasi kembali bersatu dan tidak membiarkan dinamika Mubes menimbulkan perpecahan.
Mangihut juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap kinerja departemen pada kepengurusan sebelumnya.
Ia berharap kepengurusan baru segera menyusun program kerja yang terukur, membangun tanggung jawab setiap departemen, serta memastikan seluruh pengurus benar-benar bekerja selama masa jabatan.
Sairon Minta Dukungan Seluruh Pomparan
Dalam sambutan perdananya, Sairon Sinaga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Ia mengakui bahwa memimpin organisasi sebesar PPTSB bukanlah pekerjaan ringan dan membutuhkan dukungan seluruh warga serta jajaran pengurus.
Sairon juga berharap seluruh elemen organisasi dapat bekerja sama, memberikan masukan, dan bersama-sama membangun PPTSB.
Ia mengungkapkan telah terlibat dalam perjalanan organisasi sejak 2006, termasuk menjadi panitia Mubes, menangani pendanaan, serta menjalankan berbagai tugas di tingkat pusat.
Dengan pengalaman tersebut, ia berharap kepemimpinan periode 2026-2031 dapat membawa perubahan nyata bagi organisasi.
LPJ Pengurus Lama Diterima dengan Catatan
Sebelum pemilihan ketua umum, Mubes XVI juga membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Pusat PPTSB periode 2022??"2026.
LPJ yang disampaikan di bawah kepemimpinan Ir. Edison Sinaga diterima peserta dengan sejumlah catatan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian peserta adalah transparansi laporan keuangan, termasuk rincian pemasukan dan pengeluaran organisasi.
Selain itu, peningkatan kontribusi pengurus wilayah dan cabang serta efektivitas pelaksanaan program kerja juga menjadi bahan evaluasi.
Dalam laporan tersebut, realisasi program dan kegiatan organisasi disebut mencapai 75,7 persen.
Mubes XVI PPTSB akhirnya ditutup pada Minggu (1/11/2026), sekaligus dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru.
Kepemimpinan Sairon Sinaga diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, membenahi tata kelola organisasi, serta menjaga nilai-nilai adat dan budaya Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru di seluruh dunia.(Redaksi/Pelita Batak)