MEDAN (Pelita Batak):
Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sumatera Utara mendukung keputusan penundaan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026, yang semula dijadwalkan pada 7-15 November 2026 menjadi 1-9 Desember 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Pengprov Pertina Sumut, Sabam Manalu, SE., MAP, didampingi Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Pengprov Pertina Sumut, Adol Frian Rumaijuk, STP., MMA, menyikapi surat Panitia Besar (PB) Porprovsu XII Tahun 2026 Nomor 60/PB.PORPROVSU/X/2026 tertanggal 26 Oktober 2026 tentang Pemberitahuan Perubahan Jadwal Pelaksanaan Porprovsu XII Tahun 2026.
Sabam Manalu mengatakan, perubahan jadwal tersebut perlu disikapi secara positif oleh seluruh pemangku kepentingan olahraga di Sumatera Utara, khususnya pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota.
Menurutnya, tambahan waktu persiapan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memastikan kesiapan atlet, pelatih, perangkat pertandingan, serta aspek teknis dan administrasi sehingga pelaksanaan Porprovsu dapat berjalan optimal.
“Pada prinsipnya, kami mendukung langkah yang diambil panitia besar. Penundaan ini harus menjadi kesempatan untuk mematangkan seluruh persiapan, terutama kesiapan atlet agar dapat tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik bagi daerah masing-masing,” ujar Sabam Manalu, Kamis (29/10/2026).
Persiapan Atlet Tinju Harus Maksimal
Sabam menegaskan, cabang olahraga tinju membutuhkan persiapan yang terukur, baik dari sisi teknik, fisik, mental, maupun strategi pertandingan.
Karena itu, Pengprov Pertina Sumut akan mendorong seluruh pihak terkait untuk memanfaatkan tambahan waktu tersebut dengan meningkatkan kualitas pembinaan dan persiapan atlet.
Ia berharap perubahan jadwal tidak justru membuat persiapan atlet menjadi kurang terarah. Sebaliknya, waktu tambahan harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan atlet, memperkuat program latihan, serta memastikan seluruh persyaratan keikutsertaan dapat dipenuhi.
“Bagi kami di Pertina, yang terpenting adalah bagaimana atlet benar-benar siap saat pertandingan berlangsung. Jangan sampai atlet sudah dipersiapkan, tetapi aspek teknis lainnya belum tuntas. Semua harus berjalan seiring agar Porprovsu menjadi ajang kompetisi yang berkualitas,” katanya.
Panitia Sebut Perlu Waktu Tambahan
Dalam surat yang ditandatangani Ketua Panitia Besar Porprovsu XII Tahun 2026, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar, disebutkan bahwa penundaan dilakukan karena masih diperlukan waktu tambahan untuk mempersiapkan seluruh aspek kegiatan secara lebih matang.
Persiapan tersebut meliputi aspek teknis, administrasi, hingga kesiapan pelaksanaan, dengan harapan kegiatan dapat berlangsung secara optimal, tertib, dan lancar.
Keputusan itu didasarkan pada sejumlah surat dan hasil koordinasi, termasuk rapat koordinasi PB Porprovsu dengan KONI kabupaten/kota melalui Zoom Meeting pada 23 Oktober 2026 serta rapat koordinasi bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan technical delegate pada tanggal yang sama.
Dalam notulen rapat koordinasi tersebut, juga dibahas sejumlah persoalan teknis, termasuk persyaratan atlet, koordinasi dengan instansi terkait mengenai status atlet yang masih bersekolah, serta ketentuan administrasi dan keikutsertaan kontingen.
Adol Frian: Semua Pihak Harus Bersinergi
Sementara itu, Ketua OKK Pengprov Pertina Sumut, Adol Frian Rumaijuk, menilai perubahan jadwal harus diikuti dengan koordinasi yang lebih baik antara PB Porprovsu, KONI Sumatera Utara, KONI kabupaten/kota, serta seluruh pengurus provinsi cabang olahraga.
Menurut Adol, kepastian jadwal merupakan salah satu faktor penting dalam menyusun program latihan, menentukan kesiapan atlet, dan mengatur kebutuhan teknis masing-masing cabang olahraga.
“Dengan adanya perubahan jadwal ini, kami berharap seluruh pihak segera menyesuaikan program persiapan. Komunikasi dan koordinasi harus diperkuat supaya tidak ada lagi persoalan yang menghambat kesiapan atlet maupun pelaksanaan pertandingan,” ujarnya.
Ia juga berharap Porprovsu XII Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi sekaligus momentum untuk mengukur hasil pembinaan olahraga di kabupaten/kota dan meningkatkan kualitas kompetisi olahraga di Sumatera Utara.
Bagi Pertina Sumut, lanjutnya, Porprovsu merupakan kesempatan penting untuk melihat perkembangan pembinaan atlet tinju di daerah sekaligus mendorong lahirnya petinju-petinju potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi pada tingkat lebih tinggi.
Pengprov Pertina Sumut berharap seluruh tahapan persiapan Porprovsu XII Tahun 2026 dapat diselesaikan sesuai jadwal terbaru, sehingga pesta olahraga tingkat provinsi tersebut berlangsung sukses dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Utara. (***)