Medan (Pelita Batak):
Digitalisasi tata kelola keuangan dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi sekolah-sekolah Kristen untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing di tengah perkembangan teknologi. Pengelolaan keuangan yang masih dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan persoalan administrasi, lemahnya pengawasan, hingga risiko kebocoran dana operasional sekolah.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pemaparan Christian Siahaan, perwakilan Bank Mandiri, saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Sumatera Utara-Aceh, di Aula Kantor Distrik X HKBP Medan-Aceh, Jumat (6/11/2026).
Di hadapan para pengelola yayasan dan pimpinan sekolah Kristen, Christian menawarkan solusi digitalisasi secara terintegrasi yang tidak hanya menyasar pihak sekolah, tetapi juga orang tua, siswa, hingga pelaku usaha di lingkungan sekolah.
Menurut Christian, salah satu persoalan yang masih dihadapi banyak sekolah adalah pengelolaan keuangan yang belum sepenuhnya menggunakan sistem digital.
Akibatnya, pencatatan transaksi, pembayaran uang sekolah, hingga pengelolaan dana operasional masih dilakukan secara manual dan belum sepenuhnya transparan.
"Ketika semuanya masih dilakukan secara manual dan tidak transparan, hal ini tentu akan menghambat kemajuan sekolah. Ada risiko kebocoran dana. Kalau terjadi kebocoran, dampaknya bisa ke mana-mana, mulai dari remunerasi tenaga pengajar hingga pembiayaan fasilitas pendidikan," jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan sistem keuangan sekolah bukan semata-mata persoalan administrasi, tetapi merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.
KOPRA, Solusi Digitalisasi Keuangan Sekolah
Sebagai solusi, Christian memperkenalkan KOPRA (Kopra by Mandiri), platform digital perbankan yang dapat digunakan melalui komputer maupun telepon genggam untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan institusi.
Berbeda dengan layanan perbankan individu, KOPRA dirancang untuk kebutuhan badan usaha dan institusi dengan fitur yang lebih luas.
Christian menjelaskan, salah satu keunggulan KOPRA adalah tersedianya sistem pengamanan transaksi berlapis melalui mekanisme Maker, Checker, dan Approver.
Maker bertugas menginput transaksi, Checker melakukan pemeriksaan dan verifikasi, sedangkan Approver memberikan persetujuan akhir atas transaksi tersebut.
Dengan mekanisme ini, transaksi keuangan sekolah tidak hanya bergantung pada satu orang. Ada proses pemeriksaan dan persetujuan berjenjang sehingga setiap transaksi memiliki rekam jejak yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Jadi ada tiga orang yang bisa melihat dan mengawasi proses transaksi. Dengan pengamanan berlapis ini, pengelolaan keuangan sekolah menjadi lebih transparan, tercatat dengan baik, dan lebih mudah dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Christian juga menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi KOPRA tidak dikenakan biaya aplikasi. Sekolah hanya menanggung biaya administrasi rekening sesuai ketentuan perbankan yang berlaku.
Bahkan, apabila sekolah telah memiliki sistem administrasi atau aplikasi keuangan sendiri, sistem tersebut berpeluang diintegrasikan dengan KOPRA melalui mekanisme teknis yang tersedia.
Digitalisasi Menjangkau Orang Tua dan Siswa
Tidak hanya pengelolaan keuangan internal sekolah, Bank Mandiri juga menawarkan digitalisasi pembayaran pendidikan bagi orang tua murid.
Melalui rekening perbankan, orang tua dapat melakukan pembayaran biaya pendidikan secara transfer sehingga setiap transaksi memiliki bukti dan catatan yang jelas.
Sementara bagi siswa, Christian memperkenalkan konsep transaksi non-tunai yang memungkinkan orang tua memantau penggunaan uang anak selama berada di lingkungan sekolah.
Bahkan, sistem digital tersebut dapat menjangkau kantin, koperasi, dan pedagang makanan yang mendapat izin beroperasi di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, transaksi siswa di lingkungan pendidikan dapat tercatat secara digital. Orang tua juga berpeluang memperoleh informasi mengenai aktivitas belanja anak, termasuk kebiasaan membeli makanan.
Menurutnya, digitalisasi sekolah harus dibangun sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan seluruh pihak, bukan hanya sebatas penggunaan aplikasi pembayaran.
Judi Online Jadi Ancaman Generasi Pelajar
Dalam pemaparannya, Christian juga mengingatkan persoalan lain yang perlu menjadi perhatian serius dunia pendidikan, yakni paparan judi online terhadap anak usia sekolah.
Ia menyebutkan angka sekitar 197 ribu anak terpapar aktivitas judi online di Indonesia, dengan nilai transaksi yang disebut mencapai Rp293 miliar.
Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan bagi sekolah dan orang tua dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Di satu sisi, sekolah harus mulai meninggalkan pola pengelolaan yang sepenuhnya manual. Namun di sisi lain, sekolah juga harus mampu membekali dan mengawasi siswa agar penggunaan teknologi tidak membawa dampak negatif.
Karena itu, menurut Christian, digitalisasi harus dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi administrasi, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh Dibuka Wagub
Rakerwil II Majelis Pendidikan Kristen Wilayah Sumatera Utara-Aceh tersebut dibuka Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Terang Dewi Susantri Ujung, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut, Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt. Suwandi Sinambela, serta sejumlah undangan lainnya.
Hadir pula Ketua MPKW Sumut-Aceh Dr. RE Nainggolan, MM, Ketua Dewan Penasehat MPKW Sumut-Aceh Pdt. R. Bambang Jonan, bersama jajaran pengurus MPKW Sumut-Aceh.
Melalui Rakerwil II ini, diharapkan pengelola pendidikan Kristen semakin terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia perbankan dan teknologi, guna memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pendidikan Kristen di Sumatera Utara dan Aceh.(*)