Medan (Pelita Batak):
Gubernur Sumatera Utara menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan Kristen dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, berintegritas, serta memiliki daya saing untuk mendukung pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh di Aula Kantor Distrik X HKBP Medan-Aceh, Jumat (6/11/2026).
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, H. Surya secara resmi membuka Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan garantung secara bersama-sama oleh Wakil Gubernur H. Surya bersama Badan Pengurus Harian (BPH) dan Penasehat MPKW Sumut-Aceh. Pemukulan alat musik tradisional Batak tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian kegiatan Rakerwil II.
Dalam sambutan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan suatu daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, kualitas manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, karakter, dan kepedulian sosial merupakan fondasi utama bagi masa depan daerah.
Menurutnya, lembaga pendidikan Kristen mempunyai peran strategis karena pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga membentuk kepribadian dan menanamkan nilai-nilai kebajikan, kedisiplinan, tanggung jawab, kasih, toleransi, serta semangat melayani.
Nilai-nilai tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, memiliki daya saing, serta mampu hidup secara adil dan harmonis dalam keberagaman.
Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan kebutuhan dunia kerja, kesenjangan kualitas pendidikan, hingga tuntutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Karena itu, seluruh penyelenggara pendidikan, termasuk lembaga pendidikan Kristen, diminta terus berbenah dan beradaptasi melalui peningkatan kualitas pembelajaran, kapasitas guru dan tenaga kependidikan, tata kelola lembaga yang profesional, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam sambutan tersebut, terdapat empat hal yang menjadi perhatian bersama.
Pertama, memperkuat kualitas dan pemerataan pendidikan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan berkualitas.
Kedua, memperkuat pembentukan karakter generasi muda sehingga pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, semangat kebangsaan, dan sikap menghargai perbedaan suku, agama, serta budaya.
Ketiga, mendorong adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan zaman. Namun, pemanfaatannya harus tetap diimbangi dengan penguatan karakter, etika, dan tanggung jawab.
Keempat, memperkuat kolaborasi dan sinergi MPKW Sumut-Aceh dengan pemerintah, gereja, yayasan pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan yang dikelola organisasi keagamaan.
Oleh karena itu, MPKW Sumut-Aceh diharapkan terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Mari kita jadikan pendidikan sebagai ruang untuk membangun manusia, mempererat persaudaraan, menumbuhkan toleransi, dan mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa Sumatera Utara semakin maju," demikian pesan Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur H. Surya.
Gubernur juga berharap Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh tidak sekadar menjadi forum pertemuan dan diskusi, tetapi mampu menghasilkan gagasan, rekomendasi, serta langkah nyata bagi kemajuan pendidikan Kristen dan pembangunan sumber daya manusia di daerah.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena Wakil Gubernur tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai lantaran harus menjalankan agenda dan tugas lainnya.
Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan Kristen yang tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.
Turut hadir dalam pembukaan Rakerwil II: H. Surya, Wakil Gubernur Sumatera Utara. H. Ahmad Qosbi, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara. Dr. Agustinus Panjaitan, Kepala BPSDM Sumatera Utara.Terang Dewi Susantri Ujung, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara. Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumatera Utara. Pdt. Suwandi Sinambela, Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh. Dr. RE Nainggolan, MM, Ketua MPKW Sumut-Aceh. Pdt. R. Bambang Jonan, Ketua Dewan Penasihat MPKW Sumut-Aceh. Hadi Sirawan, Ketua MPK Indonesia (menyampaikan arahan program melalui sambungan jarak jauh). Pengurus MPKW Sumut-Aceh. Pengurus yayasan dan sekolah-sekolah Kristen dari Sumatera Utara dan Aceh.(*)