Digitalisasi Pelabuhan Belawan,

Aplikasi DERMAGA Diharapkan Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi Bongkar Muat, INKOP TKBM Tegaskan Teknologi Bukan untuk Menggantikan Buruh

Administrator Administrator
Aplikasi DERMAGA Diharapkan Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi Bongkar Muat, INKOP TKBM Tegaskan Teknologi Bukan untuk Menggantikan Buruh
Ist | Pelita Batak
Aplikasi DERMAGA Diharapkan Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi Bongkar Muat, INKOP TKBM Tegaskan Teknologi Bukan untuk Menggantikan Buruh

Medan (Pelita Batak):

Transformasi digital di sektor kepelabuhanan mulai menyentuh tata kelola tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Belawan. Melalui sosialisasi platform digital DERMAGA, koperasi TKBM dan perusahaan bongkar muat didorong membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel tanpa mengesampingkan kesejahteraan buruh.

Sosialisasi aplikasi digitalisasi DERMAGA tersebut dilaksanakan di Hotel Mercure Medan, Rabu (14/10/2026), diikuti anggota Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Utama Belawan, perwakilan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumatera Utara, serta sejumlah undangan lainnya.

Kegiatan dibuka oleh Nurlaili Simanjuntak, Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Lala) KSOP Utama Belawan, yang hadir mewakili Kepala KSOP Utama Belawan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Utama Belawan, Sabam P. Manalu, SE., MAP, Ketua Umum INKOP TKBM Pelabuhan H. M. Nasir, Wahyu Rahmat Rahadiyah dari DPW APBMI Sumatera Utara, serta Syifa dari tim sosialisasi platform DERMAGA.

Selain membahas penerapan teknologi dalam pekerjaan bongkar muat, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi Primkop TKBM Belawan memaparkan program pelayanan dan kesejahteraan anggota, mulai dari bantuan pendidikan anak buruh hingga pembangunan rumah layak huni.


DERMAGA, Sistem Digital untuk Tata Kelola Bongkar Muat

Aplikasi DERMAGA merupakan singkatan dari Digital Ecosystem for Port Operations and Labor Management. Platform yang diperkenalkan INKOP TKBM pada Juli 2026 ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai tahapan operasional bongkar muat dan pengelolaan tenaga kerja pelabuhan dalam satu sistem digital.

Sistem tersebut mencakup proses permintaan tenaga kerja, verifikasi pekerjaan, penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK), pencatatan kehadiran, dokumentasi aktivitas bongkar muat, hingga pelaporan dan administrasi pembayaran.

Melalui digitalisasi, proses yang sebelumnya bergantung pada dokumen manual diharapkan dapat dikelola lebih cepat dan terukur. Data operasional yang terintegrasi juga diharapkan membantu meningkatkan transparansi serta mempermudah pengawasan pelaksanaan pekerjaan.

Dalam sosialisasi di Medan, Syifa dari tim sosialisasi DERMAGA memaparkan konsep digitalisasi seluruh ekosistem dermaga di pelabuhan.

Penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya memperbarui tata kelola TKBM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kepelabuhanan.

Namun, keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi. Kesiapan sumber daya manusia, akurasi data, infrastruktur, dan konsistensi penggunaan sistem juga menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh pihak.


Sabam Manalu: Pelayanan dan Kesejahteraan Harus Berjalan Bersama

Ketua Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Utama Belawan, Sabam P. Manalu, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah program kerja koperasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa bongkar muat di Pelabuhan Belawan.

Menurut Sabam, perkembangan teknologi harus menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme dan memperbaiki sistem pelayanan kepada pengguna jasa.

Ia berharap penerapan DERMAGA dapat mempermudah koordinasi antara koperasi TKBM dan perusahaan bongkar muat, memperjelas administrasi pekerjaan, serta meningkatkan akuntabilitas dalam pelaksanaan kegiatan operasional.

Sabam juga berharap proses penerapan aplikasi tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan kepada anggota.

Dengan demikian, para pekerja dapat memahami sistem baru tersebut dan menggunakannya secara optimal dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kami berharap penerapan DERMAGA dapat meningkatkan kualitas pelayanan jasa bongkar muat di Pelabuhan Belawan, memperkuat transparansi, dan membangun koordinasi yang semakin baik antara TKBM dengan perusahaan bongkar muat,” demikian harapan yang disampaikan dalam pemaparan program koperasi.

Pada kesempatan itu, Sabam turut menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada APBMI Sumatera Utara dan perusahaan bongkar muat yang telah menggunakan jasa TKBM dalam kegiatan operasional di Pelabuhan Belawan.

Menurutnya, sinergi antara koperasi dan perusahaan bongkar muat merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan.

Ia berharap kemitraan tersebut terus diperkuat sehingga peningkatan kualitas pelayanan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.

Bantuan Pendidikan untuk 252 Siswa pada 2026

Di balik upaya pembenahan pelayanan, Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Utama Belawan juga menjalankan program sosial untuk mendukung kesejahteraan keluarga anggotanya.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak anggota TKBM.

Sabam memaparkan, pada 2025 bantuan pendidikan diberikan kepada 256 siswa, sedangkan pada 2026 jumlah penerimanya tercatat sebanyak 252 siswa.

Program tersebut menjadi bentuk dukungan koperasi terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak buruh pelabuhan.

Bagi koperasi, kesejahteraan anggota tidak semata-mata diukur dari penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan bongkar muat. Kesempatan anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak juga menjadi bagian penting dari perhatian organisasi.

Program bantuan pendidikan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga anggota sekaligus memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi penerus untuk memperoleh pendidikan.

Sabam menegaskan bahwa program kesejahteraan akan terus menjadi bagian dari agenda kerja koperasi, seiring upaya meningkatkan profesionalisme pelayanan jasa bongkar muat.

Pembangunan Rumah Layak Huni Capai Sekitar 96 Persen

Program lain yang dipaparkan Sabam adalah pembangunan rumah layak huni bagi anggota TKBM.

Dari sekitar 4.200 anggota Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Utama Belawan, sekitar 96 persen disebut telah memperoleh rumah melalui program pembangunan dan pemberian rumah kepada anggota.

Capaian tersebut, menurut Sabam, merupakan bagian dari perjuangan panjang koperasi dalam meningkatkan kualitas hidup para pekerja pelabuhan dan keluarganya.

Meski telah mencapai sekitar 96 persen, upaya pembangunan belum sepenuhnya selesai. Primkop TKBM Belawan masih terus berjuang agar anggota yang belum memperoleh rumah dapat segera terlayani.

Sabam juga menyinggung target program perumahan nasional yang dikenal sebagai program pembangunan tiga juta rumah.

Ia menilai upaya yang dilakukan koperasi menunjukkan bahwa organisasi pekerja dapat mengambil peran nyata dalam menjawab kebutuhan dasar anggotanya, terutama dalam hal kepemilikan rumah layak huni.

Jika program nasional menyasar masyarakat secara luas, program Primkop TKBM Belawan secara khusus diarahkan kepada anggota koperasi yang menjadi tanggung jawab organisasinya.

“Bagi kami, perjuangan belum selesai sebelum seluruh anggota mendapatkan rumah yang layak. Karena itu, program ini akan terus kami upayakan sampai anggota yang belum memperoleh rumah juga dapat merasakannya,” demikian penegasan mengenai keberlanjutan program perumahan tersebut.

Angka 96 persen yang disampaikan merupakan data dari pihak koperasi dan belum diverifikasi secara independen.

Nasir: Jangan Alergi terhadap Teknologi

Ketua Umum INKOP TKBM Pelabuhan, H. M. Nasir, menegaskan bahwa digitalisasi melalui DERMAGA bukan bertujuan menghilangkan keberadaan tenaga kerja bongkar muat.

Ia memahami perubahan sistem kerja dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja, terutama terkait kemungkinan tenaga manusia digantikan oleh aplikasi.

Namun, Nasir menilai teknologi seharusnya dipahami sebagai instrumen untuk menyempurnakan tata kelola dan meningkatkan kualitas pekerjaan.

“Saya paham perubahan tidak selalu nyaman, ada kekhawatiran apakah tenaga manusia akan digantikan aplikasi. Tapi saya nyatakan tidak, aplikasi justru semakin menyempurnakan keberadaan TKBM,” tegas Nasir.

Ia mengajak seluruh anggota TKBM agar tidak alergi terhadap perkembangan teknologi.

INKOP TKBM, katanya, siap melakukan pendampingan dan pelatihan sehingga anggota dapat beradaptasi dengan sistem digital yang diterapkan.

Nasir juga menekankan bahwa aplikasi tersebut dapat menjadi alat kontrol untuk memastikan pekerjaan berlangsung secara lebih tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui sistem yang terintegrasi, proses penugasan, kehadiran, pelaksanaan pekerjaan, hingga pelaporan diharapkan dapat dipantau dengan lebih baik.

Dalam pemberitaan mengenai peluncuran DERMAGA pada Juli 2026, platform tersebut juga diproyeksikan mendukung efisiensi operasional, meningkatkan transparansi, serta memperkuat pengelolaan data tenaga kerja pelabuhan.

Nasir menyebut sosialisasi aplikasi DERMAGA telah dilaksanakan di 13 pelabuhan. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan penerapan digitalisasi dalam pengelolaan TKBM di berbagai wilayah.

APBMI dan KSOP Diharapkan Memperkuat Sinergi

Keterlibatan APBMI Sumatera Utara dan KSOP Utama Belawan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai penerapan digitalisasi di lingkungan pelabuhan.

Wahyu Rahmat Rahadiyah dari DPW APBMI Sumatera Utara hadir dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan unsur perusahaan bongkar muat.

Sementara itu, Nurlaili Simanjuntak mewakili Kepala KSOP Utama Belawan dan membuka kegiatan secara resmi melalui pemukulan gong.

Sinergi antara koperasi TKBM, perusahaan bongkar muat, dan otoritas pelabuhan diperlukan agar penerapan sistem digital dapat berjalan selaras dengan kebutuhan operasional serta ketentuan yang berlaku.

Bagi Pelabuhan Belawan, digitalisasi diharapkan tidak hanya menghadirkan perubahan administratif, tetapi juga menghasilkan perbaikan nyata dalam koordinasi, kecepatan pelayanan, dan kepastian pelaksanaan pekerjaan.

Pada saat yang sama, perlindungan terhadap tenaga kerja tetap harus menjadi perhatian. Penerapan teknologi perlu disertai pelatihan, mekanisme pengaduan, serta kejelasan penggunaan data agar anggota tidak tertinggal dalam proses perubahan.

Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi dapat menjadi sarana untuk memperkuat posisi TKBM sebagai bagian penting dari rantai logistik pelabuhan.

Bagi Primkop TKBM Upaya Karya Pelabuhan Utama Belawan, keberhasilan transformasi digital pada akhirnya harus berjalan seiring dengan keberhasilan meningkatkan kesejahteraan anggota. Pelayanan yang semakin profesional, administrasi yang transparan, bantuan pendidikan, dan pembangunan rumah layak huni menjadi bagian dari upaya membangun koperasi yang lebih modern sekaligus tetap berpihak kepada para pekerjanya.(*)

Komentar
Berita Terkini