Indawa (Pelita Batak) :
Maruntung Sihombing, guru kontrak di Kabupaten Lanny Jaya menulis buku untuk pembangunan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di tempat tugasnya, di Distrik Awina, Kampung Indawa.
Kelak, katanya, hasil penjualan seluruh bukunya akan di pergunakan untuk pembangunan TBM di tempatnya mengajar.
"Buku ini kebanyakan hasil pengalaman mengajar saya selama berada di Kabupaten Lanny Jaya. Namun ada juga tulisan-tulisan kecil menyangkut "pergulatan nurani," saya tentang realitas hidup sehari-hari yang ada di Papua. Sudah dari tahun 2013 memang saya rencanakan untuk nulis buku ini, dan Puji Tuhan, baru tahun ini bisa rampung," tutur Maruntung Sihombing, yang kerap dipanggil Pak Guru Untung itu.
"Rencana saya, buku ini akan saya jual, dan hasilnya akan saya pergunakan untuk membangun TBM di tempat tugas saya," tambah Maruntung.

Menurut dia, mendirikan TBM di tempat tugasnya, sudah menjadi kerinduannya sejak dulu, karena selain meningkatkan Sumber Daya Manusianya, juga menggalakkan semangat literasi, semangat membaca untuk anak-anak dan masyarakat sekitarnya. "Saya merasa TBM ini perlu dibangun. Karena hemat saya, TBM ini akan memacu semangat belajar anak-anak dan masyarakat di sekitar saya untuk mau maju. Ibaratnya ini menjadi Pendidikan Luar Sekolah bagi mereka. Lagian, TBM ini nanti tidak hanya diperuntukkan untuk anak-anak, tapi untuk masyarakat sekitar yang memang belum bisa membaca sama sekali," jelas Maruntung lagi.
Namun yang menjadi kendala saat ini, kata Maruntung, buku yang dia tulis belum diketahui publik secara luas. Namun, dia berharap bukunya bisa memberi inspirasi dan bermanfaat bagi khalayak ramai serta mendapat dukungan dari pemerintah, stakeholders maupun orang-orang yang mau peduli dengan pendidikan Papua.
"Wajar memang karena bulan Juli lalu baru terbit. Harganya juga tidak terlalu mahal kok, lima puluh ribu rupiah saja tapi belum termasuk ongkos kirimnya dari Jawa ya?" ujar Maruntung tertawa.
Menariknya, kata Maruntung, pembangunan TBM ini juga didukung oleh masyarakat di tempatnya. "Awal Juli kemarin saya sudah diskusikan dengan Kepala Distrik di tempat saya bersama beberapa kepala kampung dan masyarakat, dan Puji Tuhan mereka juga mendukung. Jujur saya senang sekali. Dan memang tujuan saya juga mau menumbuhkan rasa memiliki (sense belonging) dari mereka untuk TBM ini kelak andai nanti sudah jadi. Makanya, pertengahan Juli lalu, saya dan beberapa masyarakat sudah gotong royong meratakan tanah tempat pembangunan TBM itu," kata Maruntung.
Bahkan menariknya lagi, Satria Sayid dari Book For Papua juga sudah mendonasikan satu kubik balok dan satu kubik papan ditambah dengan buku-buku. Sisanya mudah-mudahan bisa nanti dari hasil penjualan buku ini.
Disebutkannya, bagi yang ingin membeli bukunya bisa menghubungi langsung ke penulisnya di nomor kontak 082198143645 atau bisa langsung order di website penerbitnya Kekatastore.com.(ril)