Dinda Kirana Ungkap Alasan Diana Menjatuhkan Kakaknya di Tante Sonya

Administrator Administrator
Dinda Kirana Ungkap Alasan Diana Menjatuhkan Kakaknya di Tante Sonya
Ist | Pelita Batak
Dinda Kirana Ungkap Alasan Diana Menjatuhkan Kakaknya di Tante Sonya

Jakarta (Pelita Batak):

Bertahun-tahun ikut menjaga perusahaan keluarga, tetapi tetap merasa kurang dipercaya dibanding kakak sendiri. Pengalaman itu menjadi kunci Dinda Kirana memahami Diana, karakter yang diperankannya dalam WeTV Original Tante Sonya. Dalam episode 7, keinginan Diana untuk mendapat pengakuan mendorongnya mengambil langkah yang justru mengancam keluarga dan perusahaan yang selama ini ia jaga.

Sebagai Chief Financial Officer (CFO) Dermawan Group, Diana ikut mengurus perusahaan selama Sonya (Raihaanun) tinggal di Amerika Serikat. Namun, ketika Sonya kembali dan dipercaya memimpin proyek investasi Nexora, Diana merasa kontribusinya terabaikan. Bagi Diana, keputusan sang ayah terasa personal: kakaknya kembali mendapat kepercayaan, sementara dirinya yang bertahan belum merasa dihargai.

“Diana merasa sudah bertahan dan melakukan banyak hal untuk keluarga, tapi tetap belum cukup untuk membuat papanya melihat dia. Jadi waktu Sonya kembali dipercaya, yang dia rasakan itu, ‘Terus selama ini aku ngapain?’ Buat aku, penting untuk memahami rasa kecewa itu supaya kita tidak langsung melihat Diana hanya sebagai adik yang iri,” ujar Dinda Kirana dalam Tea Time with Dinda Kirana, yang digelar WeTV bersama fans dan kreator konten di studio kantor Rapi Films.

Kekecewaan tersebut membawa Diana bekerja sama dengan Lydia (Sarah Felicia) untuk membongkar hubungan Sonya dan Ben (Maxime Bouttier) ke publik. Ben dipecat, Sonya dinonaktifkan, dan proyek Nexora akhirnya diserahkan kepada Diana. Posisi yang ia inginkan berhasil didapat, tetapi dampaknya meluas hingga mengguncang keluarga dan membuka peluang bagi Martin (Hamish Daud) untuk memperkuat kepentingan bisnisnya.

Bagi Dinda, konflik kedua saudara ini juga perlu dilihat dari hubungan mereka dengan sang ayah. Sonya dan Diana menghadapi tuntutan yang berbeda, sementara kepercayaan dalam pekerjaan ikut menentukan bagaimana masing-masing merasa dihargai sebagai anak.

“Kita juga perlu melihat tuntutan Papa dan cara dia memperlakukan anak-anaknya. Sonya punya alasan untuk pergi, sementara Diana harus menghadapi tanggung jawab selama kakaknya tidak ada. Dua pengalaman itu sama-sama perlu didengar. Tapi memahami sakit hati Diana bukan berarti membenarkan caranya menjatuhkan Sonya. Dia tetap perlu bertanggung jawab atas tindakannya,” tambah Dinda.

Melalui Diana, Tante Sonya menghadirkan pertanyaan yang dekat dengan kehidupan keluarga: apa yang terjadi ketika pengorbanan terasa tidak pernah cukup untuk mendapat pengakuan? Konflik ini menjadi semakin rumit ketika hubungan saudara, kepercayaan orang tua, dan jabatan bertemu di perusahaan yang sama.

Melalui penayangan khusus dan diskusi bersama Dinda, WeTV membuka ruang bagi penonton untuk membicarakan pilihan karakter beserta konsekuensinya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen WeTV menghadirkan cerita lokal yang dekat dengan keseharian serta mempertemukan pemain dengan komunitas penontonnya.

Dibintangi Raihaanun, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, dan Hamish Daud, WeTV Original Tante Sonya mengangkat kisah romansa, tuntutan keluarga, dan persaingan bisnis. Saksikan kelanjutan kisahnya setiap Jumat di aplikasi WeTV dan wetv.vip/id.(*)

Komentar
Berita Terkini