Jangan Berhenti pada Pengharapan, MPKW Sumut-Aceh Diajak Membuktikannya Lewat Perjuangan Nyata

Administrator Administrator
Jangan Berhenti pada Pengharapan, MPKW Sumut-Aceh Diajak Membuktikannya Lewat Perjuangan Nyata
Ist | Pelita Batak
Jangan Berhenti pada Pengharapan, MPKW Sumut-Aceh Diajak Membuktikannya Lewat Perjuangan Nyata

Medan (Pelita Batak):

Pengharapan bukan sekadar keyakinan atau angan-angan tentang masa depan. Pengharapan harus diwujudkan melalui iman yang teguh, perjuangan tanpa menyerah, serta tindakan nyata dalam menjalani kehidupan dan pelayanan.

Pesan tersebut disampaikan Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh, Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi., saat menyampaikan khotbah dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera Utara-Aceh, Jumat (6/11/2026), di Gedung Kantor HKBP Distrik X Medan-Aceh, Jalan Uskup Agung Sugiopranoto No. 6, Medan.

Dalam khotbahnya, Pdt. Suwandi mengingatkan bahwa orang percaya harus memiliki pengharapan yang kokoh dan tidak menggantungkan masa depan pada sesuatu yang rapuh maupun bersifat sementara.

Menurutnya, pengharapan sejati harus berakar pada iman kepada Tuhan dan dipelihara melalui ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia menegaskan, seseorang tidak boleh menyerah ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya, setiap tantangan harus menjadi kesempatan untuk semakin menguatkan iman dan keyakinan kepada Tuhan.

Pengharapan juga harus dipertahankan sampai akhir, sebagaimana keteladanan Abraham sebagai bapa orang beriman.

"Pengharapan bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi kenyataan. Pengharapan itu harus kita pegang teguh dan laksanakan sampai akhir," demikian pesan yang ditekankan dalam khotbah tersebut.

Rakerwil Harus Melahirkan Kerja Nyata

Menghubungkan pesan firman Tuhan dengan pelaksanaan Rakerwil II MPKW Sumut-Aceh, Pdt. Suwandi mengingatkan bahwa rapat kerja tidak boleh berhenti pada penyusunan program dan dokumen organisasi.

Lebih dari itu, Rakerwil harus menghasilkan komitmen, kesatuan hati, dan langkah konkret untuk memajukan organisasi.

Kemajuan, katanya, tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Pekerjaan dapat dimulai dari hal-hal kecil, dilakukan secara konsisten, hingga akhirnya menghasilkan perubahan dan pencapaian yang lebih besar.

Ia juga menekankan pentingnya kesamaan visi, kerja sama, komunikasi, dan koordinasi di antara seluruh pengurus dan anggota MPKW.

Empat Fondasi Keberhasilan

Dalam khotbah tersebut, Pdt. Suwandi menguraikan empat hal penting yang menjadi fondasi keberhasilan dalam kehidupan, pelayanan, maupun organisasi.

Pertama, membangun hubungan yang erat dengan Tuhan. Manusia memiliki keterbatasan, tetapi kuasa Tuhan tidak dibatasi oleh keterbatasan manusia. Karena itu, iman harus menjadi dasar dalam setiap usaha dan perjuangan.

Kedua, membangun hubungan baik dengan sesama. Tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai sendirian. Dibutuhkan komunikasi, kerja sama, dan kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama.

Ketiga, memiliki kesatuan visi dan koordinasi. Seluruh elemen organisasi harus memiliki arah dan tujuan yang sama, saling mendukung, serta bekerja secara terkoordinasi agar program dapat terlaksana secara efektif.

Keempat, membangun sikap dan kepribadian yang baik. Kecerdasan harus disertai kerja keras, ketulusan, keikhlasan, dan integritas dalam melaksanakan tanggung jawab.

Pendidikan Kristen Membutuhkan Komitmen Bersama

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi MPKW Sumut-Aceh dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya di bidang pendidikan Kristen.

Penguatan organisasi tidak cukup hanya melalui struktur dan program kerja. Dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki iman, karakter, integritas, serta kesediaan bekerja bersama.

Melalui Rakerwil II ini, seluruh peserta diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk membangun persatuan dan menghasilkan program-program yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Kristen.

Dengan demikian, pengharapan tidak hanya menjadi slogan organisasi, tetapi menjadi semangat yang diwujudkan melalui perjuangan, pelayanan, dan kerja nyata.

Iman memberikan dasar, pengharapan memberikan arah, sementara perjuangan dan kebersamaan menjadi kekuatan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.(*)

Komentar
Berita Terkini