DBS Treasures Catat Lonjakan Laba 289 Persen, Ditopang Strategi Investasi Berbasis Insight Global

Administrator Administrator
DBS Treasures Catat Lonjakan Laba 289 Persen, Ditopang Strategi Investasi Berbasis Insight Global
Ist | Pelita Batak
(Ki–ka) Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom, dan Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia Natalina

Jakarta (Pelita Batak):

PT Bank DBS Indonesia melalui layanan wealth management DBS Treasures mencatat pertumbuhan kinerja yang kuat di tengah tingginya volatilitas pasar global. Hingga Mei 2026, DBS Treasures membukukan kenaikan laba bersih (Net Profit After Tax/NPAT) sebesar 289 persen secara tahunan (YoY), jauh melampaui target yang ditetapkan.

Kinerja positif ini turut didorong oleh pertumbuhan nasabah baru sebesar 73 persen YoY. Sementara itu, jumlah nasabah dengan portofolio di atas Rp1 miliar meningkat 8 persen dan pendapatan per nasabah naik 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. DBS Treasures juga mencatat tingkat kepuasan nasabah yang tinggi dengan skor 4,5 dari skala 5.

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi wealth management berbasis advisory yang mengombinasikan wawasan investasi global dari Chief Investment Office (CIO) DBS, teknologi AI dan machine learning, serta pendampingan proaktif dari Relationship Manager.

“Di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar, kami terus menghadirkan strategi investasi yang objektif, relevan, dan sesuai kebutuhan setiap nasabah,” ujarnya.

Atas kinerja tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia. Sementara CIO DBS juga dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.

Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, mengatakan volatilitas pasar diperkirakan masih berlanjut pada paruh kedua 2026. Namun, peluang investasi jangka panjang tetap terbuka melalui strategi diversifikasi yang tepat.

Salah satu rekomendasi utama CIO DBS saat ini adalah mempertahankan posisi lebih besar pada emas sebagai aset defensif. Sejalan dengan strategi tersebut, Bank DBS Indonesia menjadi bank pertama yang menyediakan akses investasi ke pasar emas global melalui Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) dengan minimum investasi Rp5 miliar.

Selain itu, DBS Indonesia telah meluncurkan 16 produk investasi baru untuk membantu nasabah membangun portofolio yang lebih tangguh dalam berbagai kondisi pasar.

Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product PT Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, mengatakan DBS Treasures terus mengedepankan layanan yang dipersonalisasi melalui kampanye “Mitra Tepercaya untuk Setiap Tujuan Anda”.

“Melalui insight global, pendampingan yang personal, serta berbagai program eksklusif, kami ingin membantu nasabah membangun dan mewariskan kekayaan secara berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bagian dari DBS Group yang memiliki jaringan di Indonesia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, dan India, Bank DBS Indonesia terus memperkuat layanan wealth management dengan menghadirkan strategi investasi yang relevan dan solusi inovatif bagi nasabah di tengah dinamika ekonomi global.(*)

Komentar
Berita Terkini