Uba Simarmata : Kota Medan Sudah Berubah Jadi 'Tata Duit'

Administrator Administrator
Uba Simarmata : Kota Medan Sudah Berubah Jadi 'Tata Duit'
Adol Frian Rumaijuk | Pelita Batak
Uba Simarmata, Angggota DPRD Sumut Periode 1999-2004
Medan (Pelita Batak):
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumut (1999-2004) Uba Simarmata menilai arah pembangunan Kota Medan semakin tidak terarah. Tidak menutup kemungkinan banjir yang melanda Kota Jakarta akan terjadi di Kota Medan dalam waktu dekat.

Tidak ada aturan yang jelas, khususnya mengenai tata ruang menjadi alasan kuat bagi Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan hal itu. "Tidak ada lagi tata ruang, yang ada tata duit," ujar Uba kepada PelitaBatak.com, Kamis (27/2/2020).

Kini peralihan fungsi lahan dan tata ruang di Kota Medan semakin karu-karuan. Peralihan fungsi lahan pun tidak diikuti dengan kelola lingkungan yang benar. Bukan berarti Uba anti pembangunan, namun perencanaan dan kemauan pemerintah kota untuk menjaga dan membangun lingkungan perkotaan yang ramah tidak tergambar dari pemerintah kota saat ini.

Pensiunan guru geografi ini mengatakan, jangankan dengan teknologi terkini, secara sederhana sangat mudah untuk mengukur kebutuhan saluran air dan tampungan air ketika hujan di satu wilayah. Prediksi kebutuhan daerah tangkapan dan aliran air limpasan, saat intensitas hujan berubah-ubah. "Tidak sulit dan tidak rumit. Tapi kenapa saat ini seolah semua sulit? Ya tidak ada yang mau peduli, semua diukur dengan duit," ujarnya.

Uba tidak ingin mengatakan bahwa saat ini Plt Wali Kota yang berlatarbelakang insinyur teknik sipil, namun kenyataannya belum ada kebijakan yang diambil saat ini ke arah perbaikan tata ruang. Program 'bikin cantik Medan' menurutnya sah-sah saja, namun bagaimana mewujudkan 'Medan Rumah Kita' belum tuntas. Bagaimana pertanggungjawabannya kepada publik, tentu masyarakat akan bisa merasakannya saat ini.

Tol Dalam Kota Rawan Masalah


Munculnya rencana pembangunan tol dalam Kota Medan, juga menjadi persoalan baru ke depan menurut Uba Simarmata. Pembangunan jalan tol mengikuti jalur hijau tepi sungai, harus diperhitungkan dengan matang.

Kembali seperti dikatakan Uba diatas, Pemko Medan harusnya mengkaji dengan jelas berapa besar kebutuhan tangkapan dan resapan air di kota ini. Sehingga setiap terjadi hujan, tidak menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas warga.

Belum lagi jika hujan di bagian hulu, yang merupakan di luar wewenang secara teritorial Pemko Medan. "Jangan hanya menjadikannya alibi, untuk tidak bertanggungjawab atas kemungkinan dampak yang ditimbulkannya," ujarnya.

Menurut Uba, warga Kota Medan harus lebih peduli dengan kelangsungan pembangunan di ibu kota provinsi Sumatera Utara ini. (TAp)
Komentar
Berita Terkini