Tokoh Pemuda Sumut, Romein Manalu ST: Semua Pihak Harus Bersinergi Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19

Administrator Administrator
Tokoh Pemuda Sumut, Romein Manalu ST: Semua Pihak Harus Bersinergi Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19
IST|Pelita Batak
Romein Manalu ST

Medan (Pelita Batak):

Tokoh Pemuda Sumatera Utara (Sumut), Romein Manalu,ST menyebut,semua pihak juga  harus saling bersinergi untuk percepatan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Tanpa peran serta semua pihak, penyebaran Covid-19 akan sulit dihentikan.

Demikian dikatakan Romein Manalu dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona, selain menerapkan pola 3M dan 3P dalam kehidupan di Pandemi Covid-19, juga harus didukung  dalam hal merubah pelaksanaan berbagai kegiatan, seperti pelaksanaan kegiatan  keagaman, sosial yang tanpa mengurangi maknanya, termasuk pendidikan dan ekonomi.

Romein Manalu mengatakan semua pihak harus saling bersinergi untuk percepatan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Tidak hanya pemerintah, elemen masyarakat, para tokoh masyarakat, tokoh agama, cendikiawan dan lainnnya  termasuk masyarakat itu sendiri harus patuh dan memahami dampak virus Covid-19 tersebut", kata Romein yang juga mahasiswa pasca sarjana Ilmu Administrasi Publik Universitas HKBP Nomensen Medan itu.

Romein juga menyebut, dalam situasi saat ini kita tak bisa hanya menerapkan pola 3M (memakai masker,menjaga jarak dan mencuci tangan) serta 3P (pola pikir, pola makan dan pola istirahat).

Namun juga harus dibarengi dengan kedisiplinan dalam menjalankan kegiatan agama yang memang harus kita laksanakan tanpa mengurangi makna dari kegiatan keagamaa  kita itu. Yakni pola aturan dan pelayanan dalam setiap hari di masa pandemi.

"Artinya dalam melaksanakan ibadah tidak bisa lagi seperti saat kehidupan normal, namun harus menyesuaikan diri dengan keadaan", sebutnya.

Demikian juga dalam kegiatan sosial, dimana kebiasaan harus dirubah dengan penyesuaian yang tanpa mengurangi makna.

"Seperti pelaksanaan pesta,  jika sebelumnya harus mengundang seribuan orang, cukup hanya seratusan saja, tanpa mengurangi makna dari adat tersebut", kata Romein.

Setelah itu, kata Ketua Pertina Sumut itu, baru dilakukan melalui pendidikan dengan pembentukan karakter, penyampaian ilmu dan pendampingan. 

Selanjutnya oleh pemerintah membangkitkan ekonomi masyarakat melalui pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan penanggulangannya.

"Barulah disesuaikan dengan menerapkan 3M dan 3P tersebut", ujar Romein Manalu.

Pemerintah pun sebut Dirut PT Lampatar tersebut, harus turun melihat kondisi masyarakat, seperti bagaimana asupan makanan setiap harinya, bagaimana agar masyarakat itu sehat.

"Sebab satu orang saja sakit atau terkena virus Covid-19, bisa menular ke keluarganya atau sekelilingnya. Karenanya pemerintah harus memperhatikan hal tersebut", ujarnya.

Masyarakat pun dihimbau tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk menjaga pola pikir, pola makan dan harus berpikir positif dengan hati yang senang.

Terkait pelaksanaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Ketua Kemah Pemuda  Kebangsaan Lintas Agama di Tahun 2013 itu menyebut, biarlah perayaan Natal digelar sederhana tanpa mengurangi makna Natal itu sendiri  dan Tahun Baru 2021 disyukuri tanpa adannya kerumunan, sebab saat ini teknologi sudah canggih.

"Mudah-mudahan, dengan menerapkan berbagai hal tersebut seperti dalam  kegiatan keagamaan dan sosial tadi, kita akan terhindar dari  Covid, penyakit yang mematikan tersebut", kata Ketua Parsadaan Toga Manalu Boru Bere Kota Medan Sekitarnya  itu.(TAp)

Komentar
Berita Terkini