Prof Ibnu Hajar : Harusnya Saya Yang Jadi Menteri Pendidikan

Administrator Administrator
Prof Ibnu Hajar : Harusnya Saya Yang Jadi Menteri Pendidikan
IST|Pelita Batak
Screenshot YouTube saat Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof Dr Ibnu Hajar Damanik ,MSi memberikan sambutan

Medan (Pelita Batak):

Era digitalisasi saat ini mengubah banyak sistem yang terbangun. Satu latarbelakang pendidikan bukan penentu untuk bisa menguasai posisi kepemimpinan saat ini, namun kemampuan mensinergikan berbagai latar belakang keilmuan sangat dibutuhkan untuk mengisi revolusi industri 4.0 ini.

"Kalau kita lihat hari ini menteri pendidikan kita itu bukan orang pendidikan. Kenapa? Ada apa ini? Mestinya kalau saya pribadi ditanya, mestinya saya yang pantas jadi menteri pendidikan. Karena saya itu sekolah 22 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA/SPG 3 tahun, S1 4 tahun, S2 2 tahun, S3 4 tahun bahkan menunggu profesor 5 tahun. Tapi yang menjadi menteri adalah sosok Nadiem Makarim, " ujar Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof Dr Ibnu Hajar Damanik ,MSi dalam sambutannya pada sebuah wisuda universitas di Medan, Senin (14/12/2020).

Pada acara wisuda yang ditayangkan live di YouTube itu, Ibnu mengatakan sosok Nadiem Makarim bukanlah lulusan pendidikan, melainkan sosok yang mampu mentransformasikan pengetahuan. Mampu mengkombinasikan kreativitas dengan inovasi. Dengan berbagai latarbelakang kemampuan dan keilmuan disinergikan membangun sebuah sistem yang dapat memudahkan kehidupan masyarakat.

"Sungguh beliau bukanlah seorang ahli informatika, beliau MBA, tapi beliau berhasil membangun sinergi dengan satu kunci, sinergi. Hal ini juga yang harus kita tanamkan dalam diri kita," ajaknya.(TAp)

Komentar
Berita Terkini