Metode Belajar Bahasa Inggris Anak Kini Berubah, Tasya Kamila Rasakan Dampaknya pada Sang Putra

Administrator Administrator
Metode Belajar Bahasa Inggris Anak Kini Berubah, Tasya Kamila Rasakan Dampaknya pada Sang Putra
Ist | Pelita Batak
Peluncuran kurikulum baru High Flyers 4.0 yang dihadiri mantan penyanyi cilik yang kini menjadi ibu muda, Tasya Kamila

Jakarta (Pelita Batak):

Kemampuan berbahasa Inggris anak kini tidak lagi diukur hanya dari nilai akademik, tetapi juga dari keberanian mereka berkomunikasi dalam situasi sehari-hari. Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh Tasya Kamila melalui perkembangan putranya, Arrasya Wardhana Bachtiar.

Menurut Tasya, Arrasya yang saat ini duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar sebelumnya sering merasa ragu ketika harus berbicara menggunakan bahasa Inggris. Namun setelah mengikuti program pembelajaran di English 1 sejak usia taman kanak-kanak, kepercayaan dirinya meningkat secara signifikan.

“Dulu Arrasya cukup takut membuat kesalahan saat berbicara bahasa Inggris. Sekarang dia jauh lebih berani dan percaya diri untuk berkomunikasi,” ungkap Tasya dalam sebuah diskusi pendidikan yang diselenggarakan English 1 di Jakarta baru-baru ini.

Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi kepercayaan diri, tetapi juga prestasi akademiknya. Tasya mengungkapkan bahwa nilai pelajaran bahasa Inggris Arrasya di sekolah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari nilai C menjadi A.

“Menurut saya hasilnya sangat nyata. Program di English 1 benar-benar memberikan dampak positif terhadap kemampuan bahasa Inggris Arrasya,” ujarnya.

Saat ini Arrasya telah berada pada level High Flyers, program yang diperuntukkan bagi anak usia 7 hingga 9 tahun. Program tersebut menjadi bagian dari kurikulum terbaru English 1 yang diberi nama High Flyers 4.0.

President Director English 1, Matthew Kenley, menjelaskan bahwa High Flyers 4.0 merupakan pembaruan kurikulum terbesar yang pernah dilakukan perusahaan. Fokus utamanya adalah membekali anak dengan kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi nyata, seperti memperkenalkan diri, berinteraksi saat bepergian, hingga berkomunikasi ketika membutuhkan bantuan,” jelas Matthew.

Kurikulum ini dirancang berdasarkan standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR) dan terintegrasi dengan standar ujian Cambridge English: Young Learners (YLE). Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga siap mengikuti sertifikasi bahasa Inggris berstandar internasional.

Academic Operations Manager English 1, Kurniasari Anindita, mengatakan bahwa seluruh materi pembelajaran disusun dengan pendekatan yang berorientasi pada praktik.

“Pertanyaan utama yang kami gunakan saat mengembangkan kurikulum ini adalah apakah anak benar-benar siap menggunakan bahasa Inggris di dunia nyata. Semua aktivitas belajar dirancang untuk menjawab pertanyaan tersebut,” katanya.

Tasya menilai pendekatan yang diterapkan membuat proses belajar terasa menyenangkan bagi anak. Berbagai aktivitas seperti bermain peran, latihan percakapan, dan penggunaan media visual membuat Arrasya belajar tanpa merasa terbebani.

“Anak-anak diajak aktif berbicara dan berinteraksi. Mereka merasa seperti bermain, padahal sebenarnya sedang mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka,” ujar Tasya.

Selain keterampilan berbicara, Tasya juga melihat manfaat besar dari materi membaca yang terdapat dalam program High Flyers. Berbagai cerita dan bacaan yang dipelajari membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus melatih pemecahan masalah.

“Melalui cerita-cerita yang dipelajari, Arrasya jadi lebih kritis, lebih berani menyampaikan pendapat, dan lebih terlatih dalam mencari solusi terhadap berbagai situasi,” tambahnya.

Untuk mendukung proses pembelajaran, English 1 juga menghadirkan aplikasi digital High Flyers yang menghubungkan guru, murid, dan orang tua dalam satu platform. Melalui aplikasi tersebut, tugas dapat diberikan secara digital, aktivitas kelas dapat dipantau secara langsung, dan orang tua dapat mengikuti perkembangan belajar anak kapan saja.

Aplikasi High Flyers kini tersedia di Google Play Store maupun Apple App Store.

Sepanjang tahun 2026, English 1 berencana memperluas implementasi High Flyers 4.0 ke seluruh pusat pembelajaran mereka di berbagai kota besar di Indonesia.

Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, mengatakan pihaknya ingin semakin banyak keluarga merasakan manfaat dari pendekatan pembelajaran yang diterapkan.

“Kami berharap lebih banyak orang tua dapat melihat perkembangan nyata pada kemampuan dan kepercayaan diri anak mereka melalui kurikulum ini,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut atau mendaftarkan putra-putrinya dapat mengunjungi pusat belajar English 1 terdekat maupun mengakses kanal digital resmi yang tersedia.(*)

Komentar
Berita Terkini