Aksi Nyata Berantas Transaksi Ilegal, DANA Sabet Penghargaan Perusahaan Paling Aktif dalam Melaporkan Konten Ilegal dari Komdigi

Administrator Administrator
Aksi Nyata Berantas Transaksi Ilegal, DANA Sabet Penghargaan Perusahaan Paling Aktif dalam Melaporkan Konten Ilegal dari Komdigi
Ist | Pelita Batak
Aksi Nyata Berantas Transaksi Ilegal, DANA Sabet Penghargaan Perusahaan Paling Aktif dalam Melaporkan Konten Ilegal dari Komdigi

Tangerang Selatan (Pelita Batak):

DANA Indonesia menunjukkan konsistensinya dalam menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan tepercaya melalui berbagai upaya perlindungan pengguna dan pemberantasan aktivitas ilegal di ruang siber. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI melalui penghargaan menjaga ruang digital Indonesia dari konten negatif melalui sistem Aduan Instansi dalam kategori korporasi paling aktif dalam melaporkan konten ilegal yang diberikan oleh Direktorat Pengendalian Ruang Digital di bawah Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi.

Penghargaan ini diberikan dalam momentum peningkatan platform Aduan Instansi milik Komdigi ke versi yang lebih canggih. Platform ini memungkinkan Kementerian/Lembaga dan korporasi untuk melaporkan konten ilegal di internet guna proses takedown, termasuk konten yang berkaitan dengan perjudian online. Dengan kapabilitas yang terus diperkuat, Aduan Instansi hadir sebagai instrumen kolaboratif lintas sektor dalam menjaga tata kelola ruang digital Indonesia.

Hingga saat ini, Aduan Instansi telah menerima dan menindaklanjuti lebih dari 9,2 juta konten, dengan mayoritas laporan berkaitan dengan perjudian online. DANA sendiri telah terhubung dengan platform ini sejak 2024 dan secara aktif melaporkan konten-konten di internet yang mengatasnamakan DANA serta memfasilitasi judi online, termasuk website, aplikasi, dan media sosial.

Safriansyah Yanwar Rosyadi, Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi, yang menyerahkan penghargaan ini, menyambut positif kontribusi DANA dalam usaha memperkuat keamanan ekosistem digital nasional.

"Tantangan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Diperlukan kerja bersama, koordinasi yang cepat, serta sistem pelaporan yang efektif, terintegrasi, dan akuntabel," kata Safriansyah. "Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi, membangun kesamaan pemahaman, dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, sehat, produktif, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat perlindungan pengguna di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa DANA terus berkomitmen melakukan edukasi literasi digital, merespons aktivitas mencurigakan, serta mendukung terciptanya ekosistem digital yang sehat dan tepercaya,” kata Vince.

Vince menjelaskan bahwa DANA secara aktif menerapkan mekanisme pemantauan transaksi berbasis risiko dan teknologi pendukung yang canggih untuk mendeteksi penyalahgunaan layanan, termasuk yang terkait dengan aktivitas ilegal seperti judi online secara spesifik. Terhadap indikasi yang memenuhi parameter risiko, DANA melakukan analisis dan eskalasi internal sesuai prosedur, serta mengambil langkah mitigasi yang diperlukan, termasuk pembatasan layanan, penundaan transaksi, atau tindakan lain sesuai ketentuan hukum, syarat layanan, dan arahan otoritas yang berwenang. DANA juga terus memperkuat koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), termasuk dalam pemenuhan kewajiban pelaporan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan penyelarasan perspektif internal terhadap ekspektasi regulator.

Selain itu, DANA juga secara aktif melakukan kegiatan literasi finansial dan digital melalui berbagai program, salah satunya dengan Posko Bantuan Keliling untuk memudahkan proses pelaporan di 36 kota di Indonesia. Sebagai bagian dari upaya perlindungan pengguna, DANA menghadirkan berbagai fitur keamanan, salah satunya melalui DANA Protection. Fitur ini memungkinkan pengguna memanfaatkan Scam Checker yang terhubung dengan nomor aduan Komdigi untuk membantu mengecek nomor maupun tautan mencurigakan sebelum melakukan transaksi. DANA juga mengembangkan teknologi Smart Friction, yakni sistem pengecekan berlapis yang dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna ketika hendak mengirim dana ke nomor yang terindikasi penipuan.

Penipuan digital merupakan tantangan ekosistem yang tidak dapat diselesaikan oleh satu platform saja. Seiring berkembangnya teknologi, modus kejahatan siber juga semakin beragam dengan modus operandi yang pelakunya semakin kompleks, menyebabkan korban yang terdampak terus bertambah.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara regulator, industri, media, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat edukasi, meningkatkan kewaspadaan publik, serta menghadirkan inovasi demi menjaga ruang digital Indonesia tetap aman dan tepercaya. Ke depannya, DANA berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam upaya bersama tersebut,” tutup Vince.(*)

Komentar
Berita Terkini