Deli Serdang (Pelita Batak):
Akademi Teknik Deli Serdang (ATDS) bekerja sama dengan PT Solar Jaya Energy Indonesia menggelar pelatihan “Kompetensi Sistem dan Peluang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)” di Kampus ATDS, Deli Serdang.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur ATDS Joel Panjaitan, ST., MT dan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari alumni yang baru menyelesaikan pendidikan serta mahasiswa ATDS. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi peserta agar lebih siap memasuki dunia industri dan dunia usaha, khususnya yang berkaitan dengan energi terbarukan.
Pelatihan menghadirkan Direktur Utama PT Solar Jaya Energy Indonesia Steve Excel Korua, S.I.Kom sebagai pembicara, bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Deli Serdang Drs. Syahdin Setia Budi Pane dan Ronald Naibaho dari ATDS.
Kegiatan ini dinilai relevan dengan arah kebijakan pengembangan energi surya di Indonesia. Pada 25 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, yang diawali dengan 14 PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas 5,3 GWp. Program tersebut ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun.
Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Data Kementerian ESDM menyebutkan potensi EBT Indonesia mencapai sekitar 3.687 GW, dengan potensi energi surya sekitar 3.294 GW. Namun, pemanfaatannya masih relatif kecil dibandingkan potensi yang tersedia.
Dorong SDM Lokal Kuasai Teknologi PLTS
Kepala Program Studi Teknik Mesin ATDS Ronald Naibaho mengatakan, perkembangan energi surya harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja lokal.
Menurutnya, Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Deli Serdang, harus mulai mempersiapkan tenaga terampil agar peluang industri energi terbarukan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan lulusan perguruan tinggi di daerah.
“Jangan sampai ketika industri PLTS berkembang, justru tenaga kerja dan pengusaha dari luar yang datang, sementara SDM kita belum siap. Karena itu kompetensi mahasiswa dan alumni harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujar Ronald.
Ia menilai mahasiswa Teknik Mesin memiliki peluang yang cukup besar untuk masuk ke sektor energi terbarukan, terlebih dengan adanya mata kuliah Konversi Energi.
Pelatihan PLTS ini sekaligus diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk semakin mengenal dunia industri dan memahami kebutuhan kompetensi dalam pembangunan berkelanjutan.
Menuju Laboratorium dan Pusat Pengembangan PLTS
Kerja sama ATDS dan PT Solar Jaya Energy Indonesia juga akan ditindaklanjuti melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup bidang pendidikan, program magang, penyerapan lulusan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut diarahkan sebagai bagian dari implementasi konsep pendidikan tinggi yang berdampak, sehingga hubungan antara perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri dapat menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Direktur Utama PT Solar Jaya Energy Indonesia Steve Excel Korua, S.I.Kom menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia bahkan berharap kolaborasi dapat dikembangkan melalui pembangunan fasilitas atau laboratorium PLTS di lingkungan ATDS.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur ATDS Joel Panjaitan dan Ronald Naibaho. Keduanya menyampaikan terima kasih kepada PT Solar Jaya Energy Indonesia, khususnya Erikson Tobing selaku mentor sekaligus owner perusahaan, atas dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni ATDS.
Sebagai tindak lanjut, ATDS juga merencanakan pembentukan Pusat Informasi dan Pengembangan PLTS. Pusat ini nantinya diharapkan menjadi sarana informasi, edukasi dan pelatihan yang dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika maupun masyarakat.
Pusat tersebut juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha untuk memperkenalkan teknologi PLTS serta mendorong pemanfaatan energi bersih sebagai bagian dari transisi dari energi fosil.
Pengembangan energi surya sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam agenda transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Kementerian ESDM menyebut energi surya memiliki peran penting dalam peta jalan transisi energi Indonesia menuju target tersebut.
Melalui pelatihan, kerja sama industri, pengembangan laboratorium dan pembentukan pusat informasi PLTS, ATDS berharap dapat ikut mengambil bagian dalam menyiapkan SDM lokal yang kompeten, sekaligus membuka peluang baru bagi alumni dan mahasiswa untuk berkiprah dalam industri energi terbarukan yang terus berkembang.(*)