Sipoholon (Pelita Batak):
Sinode Godang ke-68 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) resmi digelar di Kompleks Seminarium Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara. Persidangan tertinggi HKBP yang berlangsung 5-8 Oktober 2026 ini diikuti lebih dari 1.700 peserta dan menjadi momentum penting untuk menentukan arah pelayanan serta tata kelola HKBP ke depan.
Sinode dibuka oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T. Dalam seremoni pembukaan, Ephorus menegaskan bahwa Sinode Godang bukan sekadar forum organisasi, melainkan ulaon huria atau pekerjaan gereja yang harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja adalah milik Tuhan.
Karena itu, seluruh proses persidangan, pergumulan dan pengambilan keputusan diminta dilandasi ketaatan, kerendahan hati serta tuntunan Roh Kudus. Ephorus juga meminta dukungan doa seluruh pelayan dan jemaat agar persidangan berlangsung tertib dan damai serta menghasilkan keputusan strategis yang membangun gereja dan menjadi berkat bagi dunia.
Amandemen Aturan dan Peraturan Jadi Agenda Strategis
Salah satu agenda paling penting dalam Sinode Godang ke-68 adalah amandemen Aturan dan Peraturan (AP) HKBP.
Agenda tersebut telah dipersiapkan sejak jauh hari sebagai bagian dari semangat transformasi HKBP. Dalam persiapan Sinode, pimpinan HKBP menyebut amandemen AP sebagai upaya agar kelembagaan gereja dapat terus diperbarui, berkembang secara relevan dan mampu menjawab tantangan pelayanan masa kini.
Dengan demikian, Sinode Godang ke-68 tidak hanya menjadi forum evaluasi perjalanan pelayanan, tetapi juga menjadi ruang untuk menentukan bagaimana HKBP menata dirinya menghadapi perkembangan zaman.
Sentralisasi Keuangan Turut Menjadi Sorotan
Agenda strategis lainnya adalah penyempurnaan dan pengambilan keputusan terkait sistem sentralisasi keuangan HKBP.
Sebelum Sinode berlangsung, HKBP telah melakukan sosialisasi sistem budgeting di Sipoholon dan Jakarta. Sistem tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat transparansi, integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan gereja.
HKBP menyebut proses sentralisasi keuangan telah berjalan sejak 2023 dan akan disempurnakan sebelum diputuskan secara definitif melalui Sinode Godang ke-68.
Persoalan keuangan dalam konteks ini tidak semata-mata ditempatkan sebagai urusan administrasi. HKBP mengaitkannya dengan prinsip penatalayanan, yakni bagaimana persembahan jemaat dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung pelayanan gereja.
Persiapan Teknis Melibatkan Aparat dan Tenaga Kesehatan
Menjelang pelaksanaan, Panitia Sinode Godang juga melakukan rapat finalisasi pada 29 September 2026 di Kompleks Seminarium Sipoholon.
Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., selaku Ketua Umum Panitia. Masing-masing seksi memaparkan perkembangan persiapan, mulai dari sarana-prasarana hingga teknis pelaksanaan.
Untuk memastikan keamanan dan ketertiban, rapat tersebut juga melibatkan unsur Polsek, Kodim, Dinas Perhubungan serta tim kesehatan. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Menariknya, HKBP juga menerapkan dukungan teknologi melalui Super App HKBP yang digunakan untuk menyediakan informasi kegiatan, pengaturan infrastruktur, pendataan kehadiran serta nomor kendaraan peserta.
Kembali Digelar di Bona Pasogit
Pelaksanaan Sinode Godang di Sipoholon juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tapanuli Utara.
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat hadir dalam pembukaan dan menyampaikan apresiasi karena Bona Pasogit kembali menjadi lokasi pelaksanaan agenda penting HKBP.
Menurut Jonius, pemerintah daerah di kawasan Tapanuli Raya siap mendukung keputusan dan program kerja yang dihasilkan Sinode Godang ke-68. Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara gereja dan pemerintah, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Sinode Menentukan Arah HKBP ke Depan
Sinode Godang ke-68 berlangsung bertepatan dengan momentum 165 tahun HKBP. Karena itu, forum empat hari tersebut memiliki bobot strategis: bukan hanya mengevaluasi perjalanan gereja, tetapi juga menentukan arah pembaruan kelembagaan, tata kelola keuangan dan pelayanan HKBP.
Semangat transformasi yang diusung HKBP pada 2026 sebelumnya diarahkan pada pembaruan karakter, janji, kultur dan kemampuan pelayan serta warga jemaat, disertai penguatan tata kelola, digitalisasi dan evaluasi sentralisasi keuangan.
Dengan lebih dari 1.700 peserta yang hadir, hasil Sinode Godang ke-68 akan menjadi salah satu pijakan penting bagi perjalanan HKBP pada tahun-tahun mendatang.(*)
[Sumber resmi HKBP - Berita Sinode Godang ke-68](https://hkbp.or.id/berita/sipoholon-510-sinode-godang-ke-68-huria-kristen-batak-protestan-hkbp-resmi-dibuk?utm_source=chatgpt.com)