Bupati Taput Hadiri Pembukaan Sinode Godang HKBP ke-68, Dorong Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

Administrator Administrator
Bupati Taput Hadiri Pembukaan Sinode Godang HKBP ke-68, Dorong Kolaborasi Gereja dan Pemerintah
Ist | Pelita Batak
Bupati Taput Hadiri Pembukaan Sinode Godang HKBP ke-68, Dorong Kolaborasi Gereja dan Pemerintah

Tapanuli Utara (Pelita Batak):

Pembukaan Sinode Godang ke-68 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kompleks Seminarium Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, dihadiri Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) bersama unsur pemerintahan dan para undangan.

Perhelatan tertinggi dalam kehidupan organisasi HKBP tersebut berlangsung 5-8 Oktober 2026 dan dibuka secara resmi oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.S.T. Lebih dari 1.700 peserta mengikuti rangkaian Sinode Godang tersebut.

Kehadiran Bupati Jonius menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terhadap pelaksanaan agenda strategis HKBP yang kembali digelar di Bona Pasogit.

Dalam sambutannya, Jonius menyampaikan kebanggaan karena Tapanuli Utara kembali dipercaya menjadi tempat pelaksanaan agenda penting HKBP.

“Kami atas nama pemerintah kawasan Tapanuli Raya merasa sangat senang dan bangga karena HKBP dapat melaksanakan Sinode Godang ke-68 di Bona Pasogit, Tapanuli Utara. Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sinode,” ujar Jonius.

Menurut Jonius, gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang berjalan seiring, terutama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong agar hubungan antara gereja dan pemerintah tidak berhenti pada dukungan seremonial, tetapi diperkuat dalam kerja nyata, khususnya pembangunan sumber daya manusia.

“Harapan kami, pemerintah dan gereja dapat terus memperkuat kolaborasi, khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Jonius juga menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Utara bersama pemerintah daerah se-Tapanuli Raya siap mendukung keputusan dan program kerja yang dihasilkan melalui Sinode Godang ke-68.

Ia berharap hasil persidangan tidak hanya berdampak terhadap pembinaan kehidupan warga jemaat HKBP, tetapi juga memberikan kontribusi lebih luas terhadap pembangunan sosial dan kemajuan masyarakat di kawasan Tapanuli Raya.

Sinode Bahas Arah Masa Depan HKBP

Sinode Godang ke-68 memiliki posisi strategis karena menjadi forum tertinggi HKBP untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus membahas arah gereja ke depan.

Sebelum pelaksanaan, HKBP telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pembahasan amandemen Aturan dan Peraturan HKBP serta penyempurnaan sistem sentralisasi keuangan dan budgeting.

Persiapan teknis juga melibatkan unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan dan tim kesehatan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Panitia juga memanfaatkan teknologi melalui Super App HKBP untuk mendukung informasi kegiatan, pendataan peserta, kehadiran serta pengaturan kendaraan.

Di tengah agenda organisasi yang cukup besar tersebut, pesan pembukaan Ephorus HKBP menempatkan Sinode Godang sebagai ulaon huria-pekerjaan gereja-yang harus dijalankan dalam kesadaran bahwa gereja adalah milik Tuhan.

Ephorus mengajak seluruh peserta menjalani proses persidangan dengan ketaatan, kerendahan hati dan tuntunan Roh Kudus sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar membawa kebaikan bagi gereja dan menjadi berkat bagi masyarakat.

Pemkab Taput Siap Dukung Hasil Sinode

Bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pelaksanaan Sinode Godang ke-68 juga menjadi momentum memperkuat posisi Bona Pasogit sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Batak.

Jonius menyampaikan keyakinannya bahwa Sinode Godang akan membawa kebaikan bagi HKBP sekaligus memberi dampak positif terhadap pembangunan masyarakat.

“Kami yakin Sinode Godang ini akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi gereja kita tercinta. Horas,” ucapnya.

Dengan berlangsungnya Sinode Godang hingga 8 Oktober 2026, perhatian kini tertuju pada keputusan-keputusan strategis yang akan dihasilkan, terutama menyangkut pembaruan tata kelola, pelayanan dan arah HKBP menghadapi tantangan kehidupan gereja dan masyarakat ke depan.(*)

Komentar
Berita Terkini