Rapat Koordinasi Porprovsu 2026 Nyaris Ricuh, Sabam Manalu Protes Pernyataan Pimpinan Rapat KONI Sumut

Administrator Administrator
Rapat Koordinasi Porprovsu 2026 Nyaris Ricuh, Sabam Manalu Protes Pernyataan Pimpinan Rapat KONI Sumut
Ist | Pelita Batak
Rapat Koordinasi pelaksanaan Porprovsu XII Tahun 2026 dibuka oleh Ketua KONI Sumut, Hatunggal Siregar

Medan (Pelita Batak):

Rapat koordinasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara bersama pengurus cabang olahraga (cabor) peserta Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) XII Tahun 2026 nyaris ricuh. Ketegangan terjadi setelah seorang pengurus KONI Sumut yang duduk di kursi pimpinan rapat meminta peserta yang tidak menerima penjelasan untuk keluar dari ruangan.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat KONI Sumut, Medan, Jumat (16/10/2026) petang.

Rapat yang semula dibuka oleh Ketua Umum KONI Sumut, Kolonel (Purn.) Hatunggal Siregar, kemudian dilanjutkan setelah yang bersangkutan meninggalkan ruangan untuk keperluan lain. Hatunggal diketahui menjabat Ketua Umum KONI Sumut periode 2025-2029 sekaligus Ketua Panitia Besar Porprovsu 2026.

Agenda rapat selanjutnya diisi pemaparan dari Panitia Besar Porprovsu 2026 mengenai sistem kepanitiaan, zonasi venue pertandingan, serta koordinasi teknis pelaksanaan pesta olahraga tingkat Provinsi Sumatera Utara tersebut.

Namun, pemaparan yang berlangsung dinilai sejumlah peserta terlalu bertele-tele dan tidak fokus pada agenda utama rapat koordinasi. Sejumlah pengurus cabor pun melontarkan kritik terhadap penjelasan yang disampaikan.

Situasi semakin memanas ketika seorang pengurus KONI Sumut yang duduk di kursi pimpinan rapat melontarkan pernyataan agar peserta yang tidak menerima penjelasan meninggalkan ruangan.

Pernyataan tersebut memicu keberatan dari peserta rapat yang merasa kehadiran mereka sebagai perwakilan cabor seharusnya dihargai, terlebih forum tersebut digelar untuk membahas persiapan pelaksanaan Porprovsu 2026.

Sabam Manalu Minta Pernyataan Dicabut

Ketua Pengprov Pertina Sumut, Sabam P. Manalu, SE., MAP, langsung menyampaikan protes atas pernyataan tersebut.

Sabam meminta pimpinan rapat mencabut ucapannya karena dinilai tidak pantas disampaikan kepada para pengurus cabor yang hadir untuk mengikuti rapat koordinasi.

Keberatan serupa juga disampaikan salah seorang pengurus cabor karate Sumatera Utara. Protes dari peserta membuat suasana rapat sempat ramai dan perdebatan berlangsung di dalam ruangan.

Bagi peserta yang menyampaikan keberatan, rapat koordinasi semestinya menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat, mempertanyakan kesiapan penyelenggaraan, serta memberikan masukan demi kelancaran Porprovsu 2026, bukan justru meminta peserta keluar ketika terjadi perbedaan pandangan.

Apalagi, cabor merupakan pihak yang berkepentingan langsung terhadap kesiapan pertandingan, mulai dari venue, teknis pelaksanaan, hingga berbagai kebutuhan atlet dan ofisial.

Prof. Indra Kasih Turun Tangan Menengahi

Melihat situasi yang semakin memanas, Wakil Ketua Umum II KONI Sumut, Prof. Dr. Indra Kasih, M.Or., berupaya menengahi perdebatan agar rapat dapat kembali berlangsung kondusif. Jabatan Indra Kasih sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Sumut juga tercatat dalam pemberitaan mengenai kegiatan organisasi tersebut.

Namun, upaya mediasi itu sempat kembali mendapat tanggapan dari peserta rapat.

Persoalan muncul ketika forum tersebut disebut sebagai ruang diskusi, sementara peserta menegaskan bahwa undangan yang mereka terima adalah untuk rapat koordinasi, bukan sekadar diskusi.

Perbedaan pemahaman mengenai tujuan pertemuan itu turut menjadi bahan keberatan peserta. Mereka menginginkan pembahasan yang terarah sesuai agenda, termasuk kejelasan mengenai persiapan teknis Porprovsu 2026.

Prof. Indra Kasih kemudian berupaya meredakan situasi dengan menarik kembali pernyataannya sehingga ketegangan berangsur diredam.

Meski demikian, insiden tersebut memperlihatkan adanya persoalan komunikasi antara pimpinan rapat dan sejumlah perwakilan cabor dalam forum yang semestinya menjadi sarana menyamakan persepsi menjelang pelaksanaan Porprovsu.

Koordinasi Menjadi Kunci Sukses Porprovsu 2026

Porprovsu XII Tahun 2026 merupakan salah satu agenda olahraga penting di Sumatera Utara. Ajang ini tidak hanya menjadi arena persaingan antaratlet kabupaten/kota, tetapi juga bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Sebelumnya, KONI Sumut menyampaikan bahwa Porprovsu 2026 direncanakan mempertandingkan 28 cabang olahraga dengan pelaksanaan di sejumlah wilayah, termasuk Medan, Binjai, Pematangsiantar, dan Kabupaten Deli Serdang.

Dengan melibatkan banyak cabor dan daerah, koordinasi yang efektif menjadi kebutuhan mendasar agar setiap persoalan teknis dapat dibahas secara terbuka dan ditindaklanjuti dengan jelas.

Insiden dalam rapat Jumat petang itu menjadi pengingat bahwa persiapan pesta olahraga tidak cukup hanya dengan memaparkan struktur kepanitiaan dan pembagian venue. Komunikasi yang baik, penghargaan terhadap peserta, serta keterbukaan menerima masukan juga diperlukan.

Rapat koordinasi semestinya menjadi tempat menyatukan langkah, bukan memunculkan ketegangan antara penyelenggara dan cabang olahraga yang akan menjadi bagian penting dari suksesnya Porprovsu 2026.(*)

Komentar
Berita Terkini