Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang di Tapsel Sebabkan Kelangkaan

admin admin
Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang di Tapsel Sebabkan Kelangkaan
Saut Togi Ritonga| Pelita Batak
Kuota Pupuk Bersubsidi Berkurang di Tapsel Sebabkan Kelangkaan

Tapanuli Selatan (Pelita Batak) :

Kelangkaan pupuk bersubsidi yang kurun waktu belakangan ini dikeluhkan petani di Tapanuli Selatan ternyata diakibatkan adanya pengurangan kuota pupuk bersubsidi dari distributor ke kabupaten tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Ir.Bismark Muaratua Siregar usai menggelar rapat terbatas evaluasi pupuk bersubsidi di aula kantornya, Selasa 16 November 2021.

Rapat yang di inisiasi Dinas Pertanian itu melibatkan sejumlah usaha kios pupuk, kelompok tani, distributor dan Kabag Perekonomian Setdakab Tapsel.

Bismark mengatakan, penjelasan pihak distributor PT Pertani disebutkan bahwa kuota pupuk subsidi untuk padi sawah Tapsel tersedia hanya mencukupi sekitar 75 kilogram per hektare, yang semestinya 250 kg/ha.

Keterlambatan pengusulan e-RDKK (elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) dan sungkannya sebagian kelompok tani memberikan KTP sebagai syarat mutlak menebus pupuk ke distributor juga menjadi kendala.

"Bila ingin mendapatkan jatah pupuk subsidi anggota kelompok tani wajib menyerahkan copy KTP nya sebagai dasar memesan pupuk dari distributor, dan wajib harus di bayar setelah pupuk masuk."ujar Bismark.

Sedangkan terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, Bismark menyebutkan pupuk Urea seharga Rp112.500/sak, Ponska Rp115.000/sak san Organik Rp32.000/sak.

"Soal harga pupuk subsidi dimanapun lini IV sama sesuai HET yang ditetapkan pemerintah. Masalah biaya pengangkutan puouk dari kios ke kelompok tani bukan termasuk dalam harga pupuk," katanya.

Ditegaskan Bismark, bahwa pupuk bersubsidi itu diwajibkan untuk petani yang bergabung dalam kelompok tani terdaftar dan dinas pertanian tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi.(STR)

Komentar
Berita Terkini