Keluhan senada juga disampaikan pengurus Gereja GKPI bermarga Tambunan. Dikatakannya, umat Kristiani sangat terganggu tas keberadaan PKL tersebut. Sebab, ketika mau beribadah ke gereja pada hari Minggu, mereka juga kesulitan untuk memasuki gereja karena terhalang pedagang yang berjualan. Merajalelanya para PKL berjualan, ungkap Tambunan, lantaran oknum OKP melindungi dan memberi izin berjualan.
"Untuk itu kami minta agar Pemko Medan segera menertibkan para PKL, kami ingin lingkungan kami seperti dahulu. lagi. Bayangkan saja mereka sekarang membuang sampah sisa jualan ke parit busuk setiap harinya. Akibatnya parit busuk sekarang penuh sampah. Selain itu mereka juga menjadikan parit di gang-gang kecil depan rumah warga sebagai WC umum. Sebelum buang air besar atau kecil, mereka lebih dahulu mematikan aliran listruik agar tidak kelihatan. Sungguh miris dan menyedihkan keadaan lingkungan kami saat ini," papar Tambunan.
Sementara itu Indra, warga lainnya menambahkan, persoalan PKL ini menajdi dilema. Bagi warga yang depan rumahnya dipergunakan untuk berjualan sangat setuju dengan kehadiran PKL karena mendapat imbalan, sedangkan pedagang yang berada di belakang dengan tegas menolak kehadiran para pedagang tersebut.
"Intinya kami sudah sangat resah dan menderita dengan keberadaan pedagang, Kalau warga yang depan rumahnya digunakan tempat berjualan mereka tidak demikian. Terbukti ketika kami pernah mengajak berdialog, mereka menyatakan mendukung keberadaan pedagang tersebut. Untuk itu kami minta Pak Wali agar segera mengatasi permasalahan ini,” harap Indra.
Kemudian Indra menegaskan, apabila Pemko Medan akan melakukan penertiban, mereka siap membantu dan mendukungnya. “Artinya kami ingin lingkungan kami kembali seperti biasanya agar kami bisa menjalani aktifitas sehari – hari dengan tenang dan nyaman,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution Msi didampingi Asisten Ekbang, Ir Camarul Fattah dan Plt Dirut PD Pasar, Benny Sihotang mengatakan sangat senang atas kedatangan masyarakat Jalan Rakyat dan Pelita tersebut.Sebab, kehadiran mereka ditunggu Pemko Medan sebagai dukungan moril dari masyarakat untuk Pemko Medan.
"Bapak Wali Kota Medan tidak pernah merestui Jalan Rakyat dan Jalan Pelita dijadikan tempat berjualan. Artinya, pedagang itu tidak diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut. Penertiban akan segera kita lakukan, apalagi sekarang ini kita mendapatkan dukungan moril dari masyarakat. Selama ini belum ada dukungan moril seperti ini,tinggal strategi yang akan dilakukan oleh tim penertiban selanjutnya," jelas Akhyar.
Selanjutnya Akhyar menjelaskan, sebenarnya Pemko Medan kemarin telah melakukan penertiban pedagang baik itu di Jalan Sutomo maupun Jalan Rakyat. Akan tetapi konsentrasi terbagi dua, sehingga penertiban yang dilakukan tidak maksimal. Oleh karenanya Akhyar menegaskan, Pemko Medan akan kembali melanjutkan penertiban.
"Jika nanti dilakukan penertiban, kami meminta masyarrakat sekitar mendukung dengan tidak memberi ruang atau menginzinkan para PKL meletakkan barang dagangannya di dalam rumah. Sebabm, akan mempersulit tim melakukan penertiban. Jadi saya minta agar warga tidak member peluang bagi PKL berjualan di depan rumah. Selain itu ketika dilakukan penertiban nanti, kita akan memberitahukan masyarakat melalui speaker mesjid dan gereja agar penertiban berjalan lancar," ujar Akhyar.
Terakhir Akhyar menambahkan, Pemko Medan melalui pihak kecamatan dan kelurahan akan segera menyurati masyarakat yang di depan rumahnya dijadikan tempat berjualan para PKL agar mereka tidak menginzinkan pedagang berjualan lagi. “Setelah pertemuan ini surat edaran segera kita buat dan kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat,” terangnya.
Ditempat yang sama Akhyar juga menerima kunjungan pengurus Gereja Bethel Indonesia (GBI). Kunjungan ini dilakukan guna melaporkan bahwa mereka akan menggelar acara Anak Medan Bermazmur yang akan dilakukan 12 September mendatang di Hotel Danau Toba. Kegiatan ini akan dihadiri artis Batak legendaris, Clara Br Panggabean. Tujuannya untuk kedamaian di Kota Medan sejalan dengan moto Medan Rumah Kita.
Wakil Walikota sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan tersebut. Artinya Pemko Medan mendukung setiap kegiatan yang bersifat positif apalagi ini merupakan bentuk kegiatan keagamaan. “Semoga acara ini berjalan lancar dan sukses,” harap Akhyar. (TAp)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified