Wakil Ketua DPRD Sumut Aduhot Simamora Sesalkan OTT Kadistamben

Administrator Administrator
Wakil Ketua DPRD Sumut Aduhot Simamora Sesalkan OTT Kadistamben
Ist|PelitaBatak
Aduhot Simamora

Medan (Pelita Batak) :
Wakil Ketua DPRD Sumut Aduhot Simamora sangat menyesalkan terjadinya operasi tagkap tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli Polda Sumut, Kamis (6/4/2017). Sudah saatnya, Gubernur Sumut mengambil langkah konkrit untuk menyeleksi para pejabat SKPD di lingkungan kerjanya.

"Ini sangat memalukan, usai mengikuti sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi, malah tertangkap hanya berselang hitungan jam saja," kata Aduhot menanggapi terjadinya OTT terhadap Kadistamben Provinsi Sumut Kamis siang.

Menurut Politikus dari Partai Hanura ini, peristiwa ini menjadi bukti nyata masih belum bersihnya pemerintahan di Sumatera Utara dari upaya penyelewengan jabatan yang melanggar aturan yang berlaku.

Kondisi ini juga mencoreng marwah pemerintahan di era kepemimpinan H T Erry Nuradi yang selalu menyuarakan slogan "Sumut Paten". "Sungguh di luar dugaan, masih ada kepala dinas yang usai mengikuti sosialisasi justru terlibat tindak pidana rasua itu," ujarnyai.

Ke depan, Aduhot berharap agar ke depan dalam proses seleksi calon pejabat di lingkungan provinsi Sumut agar benar-benar memilih orang yang mau bekerja. "Jangan lagi terulang hal memalukan seperti ini," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumut Edi Saputra justru terjaring Operasi Tangkap Tangan. Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polda Sumut memergokinya tengah bertransaksi di kantornya di Jalan Setia Budi Medan, Kamis (6/4) sekira pukul 14.00 WIB.

Edi Saputra ditangkap bersama enam orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Sumut. Ketujuh orang tersebut masih dimintai keterangan. Belum diketahui enam orang lainnya adalah staf Distemben, atau ada dari pihak lain.
 
"Kepala Dinasnya juga diamankan," kata Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Toga Panjaitan. Namun dia belum bisa menjelaskan perkara terkait operasi tangkap tangan."Masih dimintai keterangan. Ini lagi didalami keterlibatan masing-masing," imbuhnya.(TAp)

Komentar
Berita Terkini